Tomcat Tidak Menyerang Manusia

Kompas.com - 22/03/2012, 06:19 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

BOGOR, KOMPAS.com — Munculnya kumbang tomcat di perumahan warga Surabaya karena habitatnya yang mulai terusik akibat pembangunan.

"Saya belum mengetahui pasti posisi lokasi apartemen tersebut apakah berada di sekitar persawahan atau bukan. Tapi yang pasti, kenapa banyak terdapat di sana bisa jadi wilayah itu merupakan habitatnya," kata pakar serangga dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Aunu Rauf MSc, di Bogor, Rabu (21/3/2012).

Aunu mengatakan, perlu dilakukan pengecekan langsung lokasi perumahan warga yang mengalami serangan tomcat tersebut untuk memastikan apakah ledakan populasi dipicu oleh keberadaan permukiman di kawasan habitat hewan tersebut.

Menurut Aunu, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan terjadinya ledakan (outbreak) kumbang tomcat ini, di antaranya terjadi peningkatan populasi kumbang tomcat menjelang berakhirnya musim hujan (sebelumnya masih dalam stadia larva dan pupa). Pada saat yang bersamaan terjadi kegiatan panen sehingga kumbang tomcat beterbangan dan bergerak menuju ke tempat datangnya sumber cahaya di permukiman.

"Pada malam hari kumbang Paederus fuscipes aktif terbang dan tertarik pada cahaya lampu. Inilah sebetulnya yang sekarang terjadi di kompleks apartemen di Surabaya," katanya.

Ia menjelaskan, binatang yang disebut tomcat ini sebetulnya adalah hewan sejenis kumbang dengan nama ilmiah Paederus fuscipes. Kumbang Paederus fuscipes berkembang biak di dalam tanah di tempat-tempat yang lembab, seperti di galengan sawah, tepi sungai, daerah berawa, dan hutan.

Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya hidup dalam tanah. Setelah dewasa barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman.

Siklus hidup kumbang dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari. Kumbang dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan telur sebanyak 100 butir telur.

"Bisa jadi permukiman dibangun di wilayah tempat perkembangbiakan kumbang tomcat, misalnya di dekat persawahan atau di pinggiran dekat hutan yang lembab atau tempat berawa. Pada kondisi ini kumbang pada malam hari akan berdatangan ke perumahan karena tertarik cahaya lampu," katanya.

Lebih lanjut, Aunu mengatakan, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan ledakan populasi tomcat ini karena kumbang tomcat tidak menggigit atau menyengat.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

    Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

    Regional
    'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

    "Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

    Regional
    Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

    Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

    Regional
    10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

    10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

    Regional
    4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

    4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

    Regional
    Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

    Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

    Regional
    Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

    Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

    Regional
    Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

    Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

    Regional
    Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

    Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

    Regional
    Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

    Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

    Regional
    Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

    Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

    Regional
    Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

    Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

    Regional
    Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

    Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

    Regional
    Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

    Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

    Regional
    Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

    Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X