Penahanan Satono Tunggu Salinan Putusan MA

Kompas.com - 21/03/2012, 14:48 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Penahanan Bupati Lampung Timur nonaktif Satono urung dilakukan. Sebab, kejaksaan masih menunggu salinan putusan Mahkamah Agung.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Lampung M. Serry S, Rabu (21/3/2012), menuturkan, pihaknya hingga kini belum menerima salinan putusan MA yang menjatuhkan vonis 15 tahun penjara dan ganti rugi Rp 10,9 miliar kepada Satono. Salinan putusan inilah yang akan menjadi rujukan eksekusi putusan berupa penahanan terhadap Satono.

"Teknisnya nanti, ia akan dipanggil 3 kali dahulu. Syukur jika yang bersangkutan kooperatif dan sukarela datang. Jika tidak, kami jemput paksa," ujar dia.

Menurut dia, dengan adanya putusan kasasi maka penahanan Satono bisa segera dilakukan. Tidak perlu menunggu upaya hukum lanjutan. "Ada tidaknya PK (peninjauan kembali) nantinya tidak akan menunda eksekusi," ujarnya.

Namun, perkembangan terakhir, Satono dikabarkan menghilang. Ia sulit dicari akhir-akhir ini. Padahal, sehari-hari, ia biasa tinggal di rumahnya di Jalan Pangeran Antasari. Kini rumah itu sepi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.