Areal Emas Buru Ditutup

Kompas.com - 15/02/2012, 18:02 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

NAMLEA, KOMPAS.com — Masih banyak orang belum tahu areal penemuan emas di Wansait, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, telah ditutup. Hal ini membuat ribuan pendulang dari berbagai daerah masih berdatangan ke Pulau Buru. Setibanya di Buru, mereka dilarang menuju areal emas yang ditemukan di Wansait.

Ini terlihat saat ribuan pendulang dari berbagai daerah menumpang kapal milik PT Pelni, Lambelu, tiba di pelabuhan di Namlea, ibu kota Kabupaten Buru, Rabu (15/2/2012).

Ribuan pendulang yang baru datang ini dihadang puluhan polisi dan Satpol PP. Mereka dilarang keluar dari pelabuhan. Di pelabuhan, mereka diminta tinggal di tenda-tenda yang disiapkan pemerintah untuk menampung mereka sambil menunggu kapal berikutnya keluar dari Buru.

Wakil Kepala Polres Buru Komisaris Marusaha Manurung mengatakan, pemulangan ribuan pendulang dari Wansait telah dilakukan sejak Bupati Buru Ramli Umasugi mengeluarkan larangan menambang emas di Wansait, 8 Februari lalu. Larangan ini dikeluarkan berdasarkan permintaan masyarakat di Wansait.

Selain memulangkan pendulang, polisi melarang pendulang yang baru datang untuk ke tempat emas ditemukan dan sejak dua bulan terakhir ditambang secara tradisional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.