Menhub Optimistis Bandara Kualanamu Selesai Akhir 2012

Kompas.com - 30/11/2011, 21:34 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah optimistis proses pembangunan Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dapat tercapai sesuai jadwal yang ditentukan. Bandara baru berkapasitas 8 juta penumpang per tahun yang akan menggantikan Bandara Polonia di Kota Medan tersebut diupayakan selesai pada akhir 2012 dan dapat beroperasi awal 2013.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan EE Mangindaan seusai melakukan peninjauan ke lokasi proyek pembangunan Bandara Kualanamu, Rabu (30/11/2011). Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko.

Menhub menjelaskan, kemajuan proses pembangunan infrastruktur Bandara Kualanamu gabungan antara sektor publik dan privat saat ini mencapai 77 persen dari 78 persen yang direncanakan. Untuk sektor publik yang pengerjaannya ditangani Unit Satuan Kerja Kementerian Perhubungan, proses pembangunannya mencapai 85 persen dari 86 persen yang ditargetkan. Sementara proses pembangunan fisik pada wilayah sektor privat yang dilakukan Project Implementation Unit (PIU) PT Angkasa Pura II berjalan sesuai target, yakni mencapai 66 persen.

”Sedikit keterlambatan yang terjadi pada sektor publik. Salah satunya disebabkan oleh kelangkaan material timbunan seperti pasir, batu, dan tanah untuk pengerjaan runway. Saat ini progress-nya sudah 20 persen. Kami optimistis, akhir 2012, shadow operation bisa dilakukan,” kata Menhub dalam rilis AP II di Jakarta, pada hari yang sama.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko menambahkan, menyusul penyelesaian pengerjaan infrastruktur pada sektor privat yang menjadi kewenangannya, saat ini Angkasa Pura II telah menyiapkan proses lanjutan untuk pemenuhan peralatan dan perlengkapan pendukung operasional Bandara Kualanamu. ”Termasuk menyusun skenario pemindahan operasional Bandara Polonia ke Kualanamu. Saat ini tim Angkasa Pura II sedang melakukannya,” jelas Tri.

Perihal masih adanya 23 keluarga eks karyawan PT Perkebunan Nusantara II di areal lahan bandara, Tri mengatakan, Angkasa Pura II bersama semua pihak terkait yang tergabung dalam Muspida Plus baik tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, upaya mediasi juga telah dilakukan dengan melibatkan peran lembaga-lembaga negara, seperti Komnas HAM dan Komisi Ombudsman Nasional. Upaya koordinasi dan mediasi untuk melakukan relokasi warga yang bertahan tersebut masih terus dilakukan hingga saat ini.

”Proses relokasi terhadap warga yang masih berdiam diri di areal bandara dilakukan dengan memaksimalisasikan pendekatan persuasif serta mengedepankan prinsip win-win solution,” ujar Tri.

Bandara Kualanamu dibangun di atas lahan seluas 1.365 hektar yang berada di dua wilayah kecamatan, yaitu Pantai Labu dan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Pembangunan Bandara Kualanamu mengacu pada kondisi Bandara Polonia yang telah over capacity dan tidak dapat dikembangkan lagi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan. (Tribunnews.com/Hendra Gunawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.