Pemudik Keluhkan Mahalnya Makanan di Kapal

Kompas.com - 03/09/2011, 06:58 WIB
EditorBenny N Joewono

BAKAUHENI, KOMPAS.com - Sejumlah pemudik mengeluhkan mahalnya harga makanan dan minuman yang dijual di atas kapal feri rute Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya, selama mudik dan balik Lebaran 2011.

"Masa harga nasi bungkus dengan lauk telur rebus sebelah mencapai Rp15.000 per bungkus," kata salah satu penumpang kapal dari Jakarta tujuan Lampung, Haryadi, di Bakauheni, Sabtu (3/9/2011).

Dia mengatakan, makanan tersebut tidak layak dijual dengan harga tersebut meskipun menyesuaikan karena berada di atas kapal, sementara nasi dan lauknya sangat sedikit, atau orang jawa menyebutnya ’sego kucing’.

Dia mengatakan, meskipun di atas kapal pada hari biasa paling mahal Rp 8.000 namun saat ini naik hingga dua kali lipat dan tidak wajar. "Penjual memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan saat angkutan Lebaran ini," katanya.

Kemudian, katanya, harga mie instan kemasan dijual dengan harga Rp 12.000 per per porsi sedangkan saat hari biasanya Rp 6.000 per porsi dan di darat hanya Rp 5.000 per porsi.

Dia mengusulkan, seharusnya ada ketetapan yang mengatur harga tersebut oleh sejumlah pihak terkait agar tidak merugikan konsumen penumpang kapal tersebut.

Dia menjelaskan, memang dalam penjualan makanan tidak ada paksaan bagi yang ingin membeli, namun menyangkut pelayaan penumpang yang membutuhkan konsumsi saat di perjalanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penumpang lainnya, Adhi, mengatakan,penjualan minuman di atas kapal sangat tidak wajar meskipun penumpang yang membutuhkannya selama pelayaran.

Dia mengatakan, pada saat di kapal harga minuman ringan yang biasanya dijual di darat hanya Rp 5.000 namun di kapal feri dijual dengan harga Rp 20.000 per botol.

Menurutnya, hal tersebut sudah menyalahi karena konsumen cederung dirugikan sementara makanan dan minuman sangat dibutuhkan selama perjalanan. "Kami mau beli kemana kalau tidak kepada pedangan yang berjualan di kapal, di situlah penjual memanfaatkan," terangnya.

Dia kembali mencontohkan, untuk segelas kopi di atas kapal dengan harga Rp 6.000 per gelas yang terbuat dari plastik bekas air mineral.

Penumpang tersebut juga mengharapkan semua pihak terkait untuk menertikan penjualan yang sangat merugikan konsumen tersebut, karena bukan barang langka di pasaran.

"Lain kali saya akan bawa makanan lebih banyak sebelum menyeberang karena sangat kecewa dengan harga makanan di atas kapal tersebut," imbuhnya.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.