Erupsi Lokon, Paksa 10.000 Warga Mengungsi

Kompas.com - 15/07/2011, 10:31 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MANADO, KOMPAS.com — Erupsi Gunung Lokon dari Kawah Tompaluan, Kamis (14/7/2011) pukul 23.30, yang mengeluarkan larva pijar hingga 1.000 meter, memaksa ribuan penduduk di kaki gunung meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat aman. Pemerintah Kota Tomohon hingga Jumat mencatat sekitar 10.000 warga dari kelurahan Kinilow I, Kinilow II, Tinoor, dan Kakaskasen mengungsi ke tempat umum di wilayah Kota Tomohon, bahkan banyak dari mereka lari ke Manado. 

Petugas pemantau Gunung Lokon, Farid Ruskanda, mengatakan, erupsi Lokon pada Kamis malam cukup dahsyat, dengan kekuatan semburan larva pijar dan abu vulkanik mencapai 1.500 meter. Ia berharap warga tetap waspada dengan letusan Gunung Lokon yang tak beraturan. "Setelah meletus, mereda, dan meletus lagi. Kami hanya bisa mendeteksi gerakan magma di perut gunung," katanya. 

Pelaksana Tugas Wali kota Tomohon Jemmy Eman mengatakan, erupsi Lokon pada Kamis tengah malam berisiko buruk, banyak warga syok. Seorang pengungsi bernama Blasius Tumembouw (71), Jumat pagi, meninggal di Rumah Sakit Bethesda Tomohon akibat panas tinggi. 

Dengan demikian, korban pengungsi meninggal dua orang, sebelumnya seorang pengungsi, Yohana Mawikere (56), meninggal di lokasi pengungsian akibat serangan jantung. "Korban adalah pengungsi yang berlokasi di balai pertemuan umum yang dievakuasi dari kelurahan Kinilow, Selasa lalu," kata Eman.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

    Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

    Regional
    Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

    Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

    Regional
    Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

    Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

    Regional
    Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

    Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

    Regional
    Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

    Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

    Regional
    Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

    Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

    Regional
    Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

    Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

    Regional
    Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

    Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

    [POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

    Regional
    Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

    Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

    Regional
    Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

    Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

    Regional
    'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

    "Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

    Regional
    Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

    Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

    Regional
    Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

    Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

    Regional
    IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

    IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X