Paket Mencurigakan Ditemukan di Cilandak

Kompas.com - 20/03/2011, 16:57 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Gegana meluncur ke kompleks KKO Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (20/3/2011). Tim penjinak bom ini datang berdasarkan laporan warga setempat mengenai paket mencurigakan yang disangka berisi bom. Pasalnya, tampak timer di bagian atas paket tersebut.

Hal ini disampaikan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol. Gatot Edi Sutrisno kepada Kompas.com, Minggu (20/3/2011). "Jadi paket itu dilihat tukang sapu. Namanya Yasman," katanya.

Menurut Gatot, Yasman melihat sebuah paket dengan benda semacam timer yang bisa terlihat ke luar di pinggir jalan di sekitar perumahan KKO Cilandak sekitar pukul 13.00. Karena bingung, lanjutnya, Yasman pun segera melaporkannya ke pimpinan RT setempat. Akhirnya, mereka memutuskan untuk segera melapor ke polisi demi alasan keamanan. Tim Gegana pun meluncur segera ke daerah itu.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

    Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

    Regional
    Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

    Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

    Regional
    Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

    Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

    Regional
    Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

    Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

    Regional
    Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

    Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

    Regional
    Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

    Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

    Regional
    Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

    Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

    Regional
    Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

    Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

    Regional
    Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

    Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

    Regional
    Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

    Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

    Regional
    Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

    Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

    Regional
    Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

    Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

    Regional
    Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

    Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

    Regional
    Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

    Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

    Regional
    Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

    Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X