75 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang

Kompas.com - 02/02/2011, 22:12 WIB
EditorBenny N Joewono

MANILA, KOMPAS.com - Korban tewas akibat banjir di Filipina yang disebabkan hujan kebat sebulan penuh hujan telah mencapai 75 jiwa, demikian dilaporkan pejabat dinas penanganan bencana, Rabu (2/2/2011) sambil mengingatkan potensi banjir dan tanah longsor susulan.

Kerusakan di lahan pertanian dan infrastruktur diperkirakan menyebabkan kerugian lebih dari dua miliar peso (Rp.405 miliar), namun sejauh ini hujan belum merusak wilayah utama produsen jagung dan beras di utara dan barat negara tersebut.

Sekitar sepertiga dari 80 provinsi Filipina, yang sebagian besar merupakan wilayah tengah dan selatan, terendam banjir akibat hujan yang dimulai pada akhir Desember lalu, sementara lebih dari dua juta orang terkena dampak banjir tersebut.

Kepala Dinas Penanganan Bencana Nasional, Benito Ramos, mengatakan bahwa 32 orang telah hilang, baik tersapu oleh sungai yang meluap ataupun hilang di laut.

Biro cuaca mengatakan, pihaknya telah memprediksi hujan pada akhir musim dingin, yang akan berlanjut hingga Maret.

Beberapa wilayah di selatan tercatat curah hujan lebih dari satu meter, meningkat tiga kali lipat dari curah hujan biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.