Infrastruktur Permanen Terkendala Hujan

Kompas.com - 30/01/2011, 03:38 WIB
Editor

Magelang, Kompas - Musim hujan yang terus berlangsung menjadi kendala pembangunan infrastruktur permanen untuk mengantisipasi banjir lahar dingin Merapi. Yang bisa dilakukan saat ini hanya penanganan sementara.

Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di sela-sela kunjungannya ke Dusun Gempol, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (29/1).

Ia memberi contoh pengerukan material vulkanik lahar dingin yang memenuhi 15 sungai yang berhulu di Gunung Merapi di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Penanganan permanen diperkirakan baru bisa dilakukan saat musim kemarau sekitar April mendatang.

”Kita tidak mungkin melakukan pengerjaan fisik infrastruktur pada musim hujan karena intensitas hujan tinggi dan potensi banjir lahar dingin mengancam setiap hari,” katanya.

Jembatan Pabelan di jalan raya Magelang-Yogyakarta, misalnya, upaya penanganannya hanya membersihkan material vulkanik di sekitar jembatan. Kaki jembatan Pabelan sudah terkikis material batu dan pasir.

Djoko mengatakan, pihaknya sudah merancang proyek rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terkena dampak lahar dingin dengan alokasi dana Rp 800 miliar-Rp 1 triliun. Proyek ini diharapkan dapat mengantisipasi dampak banjir lahar dingin yang diprediksi masih akan terjadi pada musim hujan selama dua tahun mendatang.

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi tahun 2010, menurut Djoko, sama dahsyatnya dengan erupsi tahun 1840. Hal itu terkait banyaknya volume material yang dimuntahkan. Kementerian Pekerjaan Umum belum mengetahui jumlah tepat material yang mengalir turun ke sungai-sungai dan berapa banyak yang masih di sekitar puncak Merapi.

60 persen dam rusak

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Bambang Hargono mengatakan, sekitar 60 persen dari 244 dam sabo yang dibangun di kawasan Gunung Merapi rusak. Karena itu, dam sabo yang ada tidak dapat berfungsi optimal menampung material lahar dingin yang terus meluncur.

Pejabat Pembuat Komitmen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Budi Sudirman mengatakan, mulai Senin pihaknya akan memulai tahap awal perbaikan jalan Magelang-Yogyakarta Kilometer 18,4 dengan memasang 45 beton pancang. Beton pancang ini untuk mengantisipasi tergerusnya jalan setiap kali terjadi banjir lahar dingin.

Kegiatan akan dilanjutkan dengan memperbaiki jalan dan mengembalikan lebar jalan seperti semula. Kebutuhan dana diperkirakan Rp 2 miliar-Rp 3 miliar.(EGI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.