Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Kanal Medan Tak Mampu Menampung

Kompas.com - 06/01/2011, 17:32 WIB
EditorMarcus Suprihadi

MEDAN, KOMPAS.com- Proyek Banjir Kanal Medan atau Medan Flood Way yang dirancang mengendalikan banjir di Kota Medan, Rabu (5/1/2011) malam lalu ternyata tak mampu menampung debit air Sungai Deli. Akibatnya, meski sebagian debit air Sungai Deli bisa dilimpahkan ke Sungai Percut melalui Banjir Kanal Medan, volumenya jauh lebih sedikit dibanding aliran air yang tetap mengalir ke Sungai Deli.

Banjir kota Medan sejak Rabu hingga Kamis sore ini terjadi akibat luapan beberapa sungai yang mengaliri kota ini, yakni Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan. Luapan Sungai Deli yang mengakibatkan banjir paling parah, karena alirannya melintasi sedikitnya sembilan dari 11 kecamatan yang terkena banjir.

Banjir Kanal Medan dibuat untuk mengalirkan sebagian debit air Sungai Deli ketika terjadi banjir ke Sungai Percut. Kapasitas maksimal air yang bisa dialirkan melalui Banjir Kanal Medan mencapai 150 meter kubik per detik.

Tadi malam, waktu luapan air Sungai Deli mencapai puncaknya, alirannya mencapai 320 m3/dtk. "Kami hanya bisa mengalirkan 100 m3 ke Sungai Percut," ujar Satuan Kerja Vertikal Non Tertentu Pengelola Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II Pardomuan Gultom.

Menurut Pardomuan, sebenarnya kapasitas maksimal Banjir Kanal Medan mengalirkan aliran Sungai Deli ke Sungai Percut mencapai 150 m3/dtk. Tetapi, jika tadi malam Banjir Kanal Medan mengalirkan aliran Sungai Deli hingga 150 m3 ke Sungai Percut, yang bakal terjadi adalah banjir di kawasan pinggiran wilayah yang dilalui Sungai Percut.

"Karena Sungai Percut juga meluap, kalau kami tambahi dari aliran air Sungai Deli, permukiman di sepanjang Sungai Percut yang nantinya kebanjiran," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengaku kebanjiran pesan pendek dari warga sejak Kamis pagi, mempertanyakan mengapa banjir di kota Medan tetap terjadi, padahal proyek Banjir Kanal Medan telah selesai.

"Karena pertanyaan warga itu, saya kemudian mengajak teman-teman dari Balai Wilayah Sungai Sumatera II untuk meninjau langsung kondisi Medan Flood Way. Kondisinya memang seperti itu, masih terbatas mengalirkan aliran Sungai Deli," kata Gatot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.