Dihajar Air Bah, 4 Tewas, 3 Hilang

Kompas.com - 11/09/2010, 19:51 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Empat orang pengunjung obyek wisata Kinarum di Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, tewas, sedang tiga lainnya masih dalam pencarian. Mereka terkena air bah saat berada di obyek wisata itu, Sabtu (11/9/2010), sekitar pukul 09.00.

Korban tewas adalah Muryani, Sri Fitriyani, Lutfi, dan Risma. Sedang korban yang masih dalam pencarian adalah M Murjani, Fitriani, dan Farida. Mereka semua adalah warga Kabupaten Tabalong.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan Akhmad Arifin, Sabtu malam, mengatakan korban tewas sudah ditemukan. Sedang lainnya, hingga malam ini masih dalam pencarian.

Obyek wisata Kinarum dekat dengan perbatasan Kalimantan Timur atau berada sekitar 20 kilometer dari Kota Tabalong ke arah Balikpapan. "Kami baru saja memeroleh informasi dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten. Mereka (para korban) sedang mandi dan tiba-tiba ada air bah. Daerahnya ada di pegunungan," ujar Arifin.


Kepala Unit Pelaksana Teknis BPK Tabalong Sukono yang dihubungi dari Banjarmasin, mengatakan keempat korban tewas ditemukan pukul 15.00 dan kini sudah diserahkan ke pihak keluarga.

Menurut kesaksian warga, mereka semua duduk-duduk di atas batu di tengah Sungai Kinarum yang saat itu tengah surut. "Tiba-tiba air datang dan mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Di pegunungan saat itu tengah hujan deras," ujar Sukono.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorI Made Asdhiana
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X