Mati Selasa Kliwon, Tali Pocong Dicuri

Kompas.com - 12/08/2010, 08:43 WIB
EditorIgnatius Sawabi

KOMPAS.com — Warga Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, digegerkan oleh peristiwa pencurian tali pocong, Rabu (11/8/2010). Para pencuri tali pocong itu sangat nekat karena membongkar kuburan Sapani (70), warga setempat yang baru sehari dikuburkan, Selasa (10/8/2010).

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, pelaku pencurian diperkirakan lebih dari tiga orang. Pasalnya, pelaku mencuri semua (tiga buah) tali pocong yang mengikat mayat tersebut, yaitu di bagian atas kepala, badan, dan kaki. Tiga orang pencuri itu diduga akan menggunakan tali pocong hasil curian masing-masing untuk semacam jimat.

Adapun peristiwa tersebut diketahui pada hari Rabu (11/8/2010) sekitar pukul 09.00 WIB oleh salah seorang pengunjung makam, Thoyib. Kala itu Thoyib hendak nyekar di pusara saudaranya yang berada di pemakaman desa tersebut.

Saat melewati lokasi makam, ia merasa curiga melihat beberapa papan kayu yang berserakan. Setelah diamati dengan seksama, ternyata papan-papan kayu tersebut adalah papan penutup yang biasanya dikubur bersama jenazah saat dimakamkan.

Kecurigaan Thoyib semakin bertambah ketika melihat makam almarhum Sapani dalam kondisi amburadul. Di makam yang tanahnya masih basah itu terlihat banyak bekas galian yang tak selesai. Batu nisan makam Sapani juga copot dari tempatnya.

Maka, tanpa banyak cakap, Thoyib langsung melaporkan temuannya ke juru kunci makam. Setelah itu, keluarga Sapani pun dihubungi. Pihak keluarga segera datang ke makam.

“Kami mendapat laporan dari Pak Thoyib dan langsung memeriksa ke sini. Ternyata benar, makam kondisinya semrawut. Akhirnya kami membongkar makam dan memeriksa mayat. Alhmadullilah, mayat bapak saya masih utuh,” ujar Sujito, anak sulung Sapani.

Proses penggalian kembali makam tersebut disaksikan oleh ratusan warga, perangkat Desa Bagorejo, dan beberapa petugas Polsek Srono. Tak berselang lama diketahui bahwa hanya tiga tali pocong yang hilang, sedangkan kondisi jenazah masih utuh.

Pihak keluarga dan banyak warga setempat maupun perangkat desa merasa tidak habis pikir dengan peristiwa tersebut. Selain mempertanyakan motif pencurian, mereka juga menyayangkan karena mayat yang baru sehari dikubur telah diobrak-abrik, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan.

“Saya tidak menyangka bahwa di zaman modern seperti sekarang ini masih ada yang melakukan perbuatan seperti itu,” sesal Djoko Purnomo, Kades Bagorejo.

Menurut keterangan yang diperoleh, Sapani meninggal dunia karena sakit di hari Selasa Kliwon (kalender Jawa), atau sehari menjelang datangnya bulan Ramadhan tahun ini. Biasanya, makam orang yang meninggal pada hari itu akan dijaga warga atau keluarganya.

Langkah tersebut dilakukan setidaknya sampai tujuh hari tujuh malam. Pasalnya, sebagian orang Jawa, khususnya di Banyuwangi, masih percaya bahwa orang yang meninggal dunia pada hari Selasa Kliwon bagian tubuhnya atau kain kafannya dapat berguna sebagai ajimat sehingga menjadi incaran para penganut ilmu hitam.

Namun, warga yang tak percaya hal seperti itu tidak menjaga makam seseorang yang meninggal pada Selasa Kliwon, termasuk makam Sapani. Ternyata, makam yang dijaga tersebut dibongkar orang, kemudian tiga tali pocongnya dicuri. (uni)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Pejabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Pejabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
Disuruh Ibunya Beli Kopi di Kios, Bocah Kelas 2 SD Diperkosa di Hutan

Disuruh Ibunya Beli Kopi di Kios, Bocah Kelas 2 SD Diperkosa di Hutan

Regional
Diduga Terpeleset Saat Mengejar Adiknya, Seorang Polwan Ditemukan Tewas di Sungai

Diduga Terpeleset Saat Mengejar Adiknya, Seorang Polwan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Bertambah 33, Positif Covid-19 di Sulut Tembus 4.390 Kasus

Bertambah 33, Positif Covid-19 di Sulut Tembus 4.390 Kasus

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Regional
Cegah Klaster SKB CPNS, Pegawai Kantor Bupati Probolinggo WFH 5 Hari

Cegah Klaster SKB CPNS, Pegawai Kantor Bupati Probolinggo WFH 5 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X