Ingat, Haram Terima Suap CPNS !

Kompas.com - 16/11/2009, 23:29 WIB
Editortof

SEMARANG, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah menerbitkan fatwa haram terhadap praktik penyuapan dalam proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil CPNS) tahun 2009.
     
Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah Ahmad Daroji, mengatakan, praktik kotor semacam itu dalam Agama Islam haram hukumnya. Menurut dia, memberikan sesuatu agar diterima dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil masuk dalam kategori suap.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah Ahmad Rofiq menambahkan, praktik suap menyebabkan proses seleksi calon pegawai negeri menjadi tidak sehat. Dampaknya, lanjut dia, integritas dan moralitas para pegawai yang diterima akan dipertanyakan.

"Kalau masuknya saja sudah pakai suap, kalau jadi pegawai dikhawatirkan akan melakukan korupsi," katanya, Senin (16/11).

Menurut dia, praktik suap-menyuap dalam seleksi calon pegawai negeri ini cukup santer terdengar.Namun, kata dia, praktik kotor tersebut sulit untuk dibuktikan. Penghentian praktik kotor ini, lanjut dia, harus dimulai dari para penerima suap. "Kalau dari masyarakat akan sulit, karena mereka berpikir tanpa suap tidak akan bisa diterima," katanya.
     
Sementara itu, proses seleksi calon pegawai negeri sipil tahun 2009 digelar serentak di Jawa Tengah. Dalam seleksi tahun ini, sebanyak 13 kabupaten/kota menggelar seleksi mandiri. Adapun ujian tertulis seleksi calon pegawai ini akan digelar pada 6 Desember 2009.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Regional
Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Regional
Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X