Megaproyek Penanganan Banjir Semarang Diresmikan - Kompas.com

Megaproyek Penanganan Banjir Semarang Diresmikan

Kompas.com - 15/10/2009, 21:25 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mencanangkan dimulainya pembangunan megaproyek sistem penanganan banjir senilai Rp 1,7 triliun di Goa Kreo, Kota Semarang, Kamis (15/10). Megaproyek yang selesai pada tahun 2013 ini ditargetkan dapat mengatasi banjir dan rob di tujuh kecamatan yang berada di Semarang bagian tengah.

Megaproyek penanganan banjir tersebut terdiri atas, pembangunan Waduk Jatibarang, normalisasi Kali Garang dan Sungai Banjir Kanal Barat, serta peningkatan sistem drainase di Kali Semarang, Kali Asin, dan Kali Baru.

"Pembangunan ini membutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk menjaga fungsi dan prasarananya secara berkelanjutan," ujar Djoko Kirmanto, dalam sambutannya. Pencanangan itu turut hadir Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.

Menurut Djoko, megaproyek yang didanai Japan International Cooperation Agency (JICA) ini juga perlu dibarengi dengan perbaikan perilaku masyarakat soal pengelolaan sampah dan penanganan lingkungan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana Hartanto mengakui, pekerjaan fisik megaproyek ini baru dimulai pertengahan November setelah adanya persetujuan nilai kontrak dari JICA dan sosialiasi rencana konstruksi bagi warga yang terdampak pembangunannya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Semarang Fauzi mengakui, megaproyek tersebut akan mengendalikan banjir dan rob di Semarang bagian tengah yang meliputi tujuh kecamatan, yaitu Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, Semarang Selatan, Semarang Tengah, Semarang Timur, dan Semarang Utara.

"Selain mengendalikan banjir, pembangunan Waduk Jatibarang juga berfungsi menyediakan air bersih di daerah Semarang bagian barat dengan volume 1 meter kubik per detik. Dengan adanya penyediaan air bersih, penggunaan air bawah tanah dapat dibatasi," ucap Djoko.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo berharap, megaproyek ini tidak hanya dapat mengatasi permasalahan banjir dan rob tetapi juga dapat menggerakkan roda perekonomian di Kota Semarang.

Pembebasan lahan

Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Semarang Harini Krisniati mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek Waduk Jatibarang telah mencapai 142,95 hektar atau sekitar 70 persen. Rencananya, Jumat ini akan ada sosialisasi lagi untuk pembebasan lahan seluas 8 hektar di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati yang akan digunakan sebagai landasan bendungan, ucap Harini yang juga Sekretaris Daerah Kota Semarang.

Meskipun pembebasan lahan belum semuanya selesai, Hartanto memastikan, hal tersebut tidak akan menjadi kendala. Sisa lahan yang belum dibebaskan hanya akan digunakan sebagai areal genangan yang tidak memerlukan proyek pembangunan fisik.

Selain meninjau lokasi pembangunan waduk, Menteri PU juga mencan angkan pembangunan kolam retensi yang terdapat di Semarang Utara dan merupakan bagian dari megaproyek. Harini mengakui, pembebasan lahan kolam retensi seluas 9,23 hektar disepakati dengan nilai ganti rugi Rp 31,9 miliar yang akan diberikan kepada PT Tamah Mas Bharuna selaku pengelola lahan.


Editorwah

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional

Close Ads X