Penahanan Dosen Cabul Disaksikan Istrinya

Kompas.com - 12/03/2009, 14:45 WIB
Editor

MATARAM, KOMPAS.com — Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat menahan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram), TC (43), yang disangka terlibat kasus tindak pidana asusila.

Kebijakan penahanan itu ditempuh setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus asusila itu dari penyidik Polda NTB di Mataram, Kamis (12/3).

Istri dari TC yang juga dosen Unram dan sejumlah dosen Unram lainnya terlihat berada di Kantor Kejati NTB saat pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus asusila itu. Pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus asusila itu juga disaksikan penasihat hukum TC, Taufik Budiman.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Sugiyanta mengatakan, kebijakan penahanan itu dimaksudkan untuk memperlancar proses penyusunan berkas dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan. TC yang masih menjabat Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Unram itu akan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Mataram.


"Konsekuensinya tentu penyusunan berkas dakwaan yang lebih dipercepat agar kasus itu segera memiliki kekuatan hukum tetap di pengadilan," ujarnya. Sugiyanta menambahkan, perkara tindak pidana asusila itu ditangani jaksa fungsional Kejati NTB, Dina Kurniawati, meskipun secara administrasi kewenangan penanganan perkara itu berada di pihak Kejaksaan Negeri Mataram.

Seperti diketahui, Polda NTB menetapkan TC sebagai tersangka kasus tindak pidana asusila, yakni percobaan perkosaan, pelecehan seksual, dan perbuatan tidak menyenangkan, setelah empat hari melakukan pemeriksaan intensif terhadap korban, tersangka, dan para saksi.

Penyidik Polda menjerat dosen Unram itu dengan pasal berlapis, yakni Pasal 285 KUHP tentang Percobaan Perkosaan, Pasal 298 KUHP tentang Pelecehan Seksual, dan Pasal 335 junto Pasal 55 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

Dosen itu terancam hukuman penjara lima tahun lebih karena Pasal 285 junto Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Perkosaan saja diancam hukuman penjara di atas lima tahun. Dosen Unram itu disangka hendak memerkosa mahasiswinya di kamar 04 salah satu kafe di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, 3 Februari lalu.

Letak kafe itu tidak jauh dari Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Mataram, hanya dipisahkan oleh ruas jalan ring road, tetapi berada dalam wilayah hukum Polsek Cakranegara. Diduga, oknum dosen Unram itu meminta mahasiswi semester sembilan itu untuk menemuinya di kafe itu guna mengonsultasikan skripsinya, hingga mencuat kasus tersebut. Kasus percobaan perkosaan itu diketahui publik karena mahasiswi itu berteriak ketika hendak diperkosa hingga ditindaklanjuti aparat kepolisian.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Regional
Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X