Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Video Anak yang Tak Diakui Rektor IPDN Beredar di Internet

Jumat, 7 Juni 2013 | 20:36 WIB

Terkait

BANDUNG, KOMPAS.com — Dunia maya kembali geger. Kali ini, beredar sebuah tayangan berdurasi 32 detik yang menampilkan foto-foto bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan dengan berbagai pose. Hanya berupa foto, bukan tayangan gambar hidup.

Video yang diunggah seseorang bernama Dimas Sumaryadi itu berjudul "IPDN Dimas I Putu Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh rektor ipdn bandung". Tercatat video singkat ini diunggah pada 4 April 2013.

Tayangan ini hingga Jumat (7/6/2013) malam lalu sudah ditonton oleh sekitar 2.279 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 8 orang menyukai tayangan ini dan 2 orang yang tidak menyukainya. Video ini menampilkan 8 pose foto bayi laki-laki yang sama, tetapi berbeda gaya.

Di bawah video tersebut terdapat sebuah tulisan yang diduga memang sengaja ditujukan oleh pengunggahnya sebagai pesan terhadap Rektor IPDN. Namun, entah apa maksud pengunggah video ini dengan menuliskannya di bawah video tersebut. Sekilas, apa yang diungkapkan dalam tulisan itu seakan menegaskan bahwa pengunggah adalah seorang perempuan, ibu dari bayi laki-laki yang ada di tayangan YouTube itu.

Adapun tulisan itu menuturkan hal seperti di bawah ini:
"Dimas I Putu Sumaryadi adalah darah daging dari Rektor IPDN prof. DR. DRS. H I.NYOMAN sumaryadi, M.SI yang tidak diakui demi jabatan harta dan tahta. Hinaan cacian terhadap Dimas oleh beliau dan Nyonya Darwijati yang menyuruh membuang ke dalam tong sampah dan panti asuhan untuk menutupi aib dan karirnya. Alangkah teganya Rektor IPDN dan istrinya (Nyonya Darwijati)."

Rupanya, tudingan yang menyeret orang nomor satu di IPDN, Jatinangor-Sumedang tersebut, bukan hanya disebar di situs YouTube, melainkan juga di jejaring sosial Facebook (FB). Tayangan di YouTube pun dipajang di dinding FB ini. Diduga pemilik akun FB ini adalah orang yang sama yang mengunggah foto-foto bayi laki-laki itu.

Informasi yang tercantum di akun FB tersebut, selain memuat biodata sang rektor IPDN, juga memuat tanggal lahir 10 Juni yang diduga sebagai tanggal lahir perempuan atau ibu dari Dimas atau mungkin tanggal lahir dari bayi yang ada di YouTube itu.

Dalam informasi di akun FB tertulis bahwa pemilik akun berstatus seorang janda. Tidak terlalu banyak informasi yang dapat digali dalam akun FB ini. Foto di akun FB hanya ada dua, yaitu foto sampul satu buah dan foto profil satu buah.

Pada foto sampul memuat sejumlah mahasiswa/i IPDN yang berdiri di tangga sebuah bangunan di bawah tulisan IPDN. Pada foto profil, hanya menampilkan lambang dari IPDN berwarna biru.

Kedua foto yang ada di FB diunggah pada tanggal yang sama, 16 Mei 2013. Hanya berbeda waktu, yang satu pada pukul 02.14 dan satunya lagi pukul 02.24.

Beberapa hari sebelumnya, pada Mei, di dinding FB yang mengatasnamakan IPDN Dimas Sumaryadi ini terpampang sebuah tulisan berbunyi:
"Buat teman-teman pers silakan cek dan mengkonfirmasi kebenaran berita ini kepada pihak Rektor IPDN (I Nyoman Sumaryadi) dan pada waktunya nanti akan saya beberkan semua faktanya ke media massa kalau I Nyoman Sumaryadi tetap tidak mau mengakui Dimas I Putu Sumaryadi sebagai anak kandungnya sendiri beberapa detik yang lalu."

Bahkan pada hari yang sama, orang yang memiliki akun FB lagi-lagi dengan beraninya mencantumkan biodata dari orang nomor satu di IPDN berlokasi di Jatinangor, Sumedang, I Nyoman Sumaryadi. Cukup lengkap data yang dicantumkan di sini. Semisal, tudingan kasus yang mengemuka pada 2007 lalu berkaitan dengan kabar meninggalnya salah seorang praja.

Kasus ini cukup menghebohkan lantaran Rektor IPDN yang menjabat kala itu, yaitu I Nyoman Sumaryadi dituding ikut campur dalam meninggalnya salah seorang pelajar asal Manado, Cliff Muntu. Dalam pemberitaan tersebut, Nyoman terbukti dinyatakan bersalah berdasarkan tindakannya yang telah membuat surat palsu dengan memulihkan kembali status praja IPDN yang dinonaktifkan karena terlibat penganiayaan.

Setelah Tribun melakukan penelusuran, seorang perempuan berinisial 'S' mengakui dialah yang mengunggah video di YouTube tersebut. Perempuan berusia 35 tahun ini merasa dicampakkan oleh I Nyoman Sumaryadi yang saat ini menjabat sebagai Rektor IPDN.

S belum mau bertatap muka dan melakukan wawancara. Hanya mengungkapkan beberapa kekesalannya lewat pesan singkat kepada Tribun. "Saya tahu diri kalau saya bukan istri pertama I Nyoman Sumaryadi. Ceritanya panjang, singkat cerita. I Nyoman Sumaryadi mengkhianati cintanya dengan saya. Bahkan, 9 bulan terakhir ini tidak mau mengakui Dimas anak kandungnya sendiri," ujar S.

Rektor IPDN, I Nyoman Sumaryadi saat dikonfirmasi soal tayangan video di YouTube ataupun akun FB dengan tegas mengungkapkan, apa yang tertulis maupun diungkapkan di kedua media sosial tersebut, tidak benar.


Editor : Farid Assifa
Sumber: