Selasa, 25 November 2014

News / Regional

KPUD Diminta Netral dalam Pilgub Jatim

Minggu, 2 Juni 2013 | 22:39 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pengusung pasangan cagub-cawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja meyakini ada dua partai non parlemen yang memberikan dukungan ganda dalam pilgub Jatim.

Karena itu, PKB mendesak KPU Jatim untuk bersikap profesional dan netral dalam menyikapi polemik itu. ''Kami bukan hanya menengarai, tapi jelas melihat ada pihak yang ingin menjegal pencalonan pasangan Khofifah-Herman,'' kata Sekjen PKB, Imam Nahrawi, Minggu (2/6/2013).

Sayangnya, Imam enggan menyebut siapa pihak yang dimaksud tersebut. ''Saling jegal dalam polirik itu wajar, tapi harus tetap bijaksana, demi terciptanya demokrasi yang berkualitas di dalam Pilgub Jatim nanti,'' ujarnya.

Namun dia yakin, polemik dukungan ganda partai non parlemen itu akan segera berakhir baik bagi pasangan calon pasangan yang diusungnya. Asalkan, KPU Jatim sebagai penyelenggara bersifat profesional, tidak memihak, dan bekerja sesuai fungsinya.

Seperti diberitakan, KPU Jatim menemukan dua partai non parlemen yakni Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Kedaulatan (PK) yang memberikan dukungan kepada dua pasangan calon, yakni kepada Khofifah-Herman, dan pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Dalam kasus PPNUI, ada dugaan pemalsuan SK kepengurusan oleh Sekjen PPNUI Andi William Irfan, sebagai syarat resmi dukungan kepada salah satu pasangan calon. Buntutnya, Ketua umum PPNUI, Yusuf Humaidi, pada pekan lalu melaporkan masalah ini ke Mabes Polri.


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Bambang Priyo Jatmiko