Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Pilkada Maluku

Tokoh Pemuda Buat Kesepakatan Bersama

Senin, 27 Mei 2013 | 17:55 WIB

AMBON, KOMPAS.com -- Sejumlah tokoh pemuda di Maluku mengeluarkan pernyataan bersama terkait pelaksanaan Pilkada Maluku, Senin (27/5/2013). Tokoh pemuda itu berasal dari Moluccas Democratization Voice (MDV), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Maluku.

Ada enam poin dalam pernyataan bersama itu. Mereka menyatakan mendukung pelaksanaan pilkada Maluku secara damai, aman, tertib, jujur, adil, demokratis dan tidak menyinggung masalah SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan). Kemudian berkomitmen untuk menjadi pelopor cinta damai, cinta ketertiban d an nilai-nilai kemanusiaan. Selanjutnya, menolak segala bentuk kekerasan yang meng atasnamakan agama, suku dan ras.

Kemudian menolak dan mengecam segala bentuk hasutan dan provokasi yang bernuansa SARA. Kelima, mendukung penuh aparat keamanan untuk memberant as penyakit masyarakat yaitu miras, narkoba dan perjudian yang menjadi sumber pertikaian dan konflik. Terakhir, memahami bahwa siapapun yang terpilih dalam pilkada adalah putera terbaik Maluku yang di pilih langsung oleh rakyat, sehingga mendukung siapapun yang terpilih dalam pilkada.

Sebelum pernyataan bersama dikeluarkan, elemen pemuda tersebut menggelar Dialog Demokrasi dengan tema Kesiapan Menjelang Pilkada Maluku Tahun 2013. Dialog dihadiri Bonifaxius Silooy (Ketua Majelis Latupatti Maluku), Abdul Majid Makassar (Wakil Ketua MUI Maluku), Lies Marantika (Wakil Ketua Sinode GPM) dan Vonni Litamahuputty (Koordinator Maluku Media Center).

Koordinator MDV Rizal F Sangadji mengatakan, pernyataan bersama dan dialog demorasi tersebut digelar mengingat pentingnya keterlibatan tokoh agama, adat, pemuda, dan media dalam memastikan pilkada berjalan aman, tertib, demokratis, dan bebas dari isu SARA.


Penulis: Antonius Ponco A.
Editor : Nasru Alam Aziz