Pelaku Bom Polres Tasikmalaya Jaringan Cipacing - Kompas.com

Pelaku Bom Polres Tasikmalaya Jaringan Cipacing

Kompas.com - 14/05/2013, 13:35 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah melakukan identifikasi mendalam kepada jenazah SL, pelaku upaya pengeboman di Polres Tasikmalaya yang tewas ditembak setelah sempat membacok salah satu anggota Polres, diketahui adalah anak buah dari Maksum alias Acum alias Dadang yang dibekuk Densus 88 di Cipacing Kabupaten Bandung 7 Mei lalu.

"Yang melakukan adalah salah satu anak buah dari Maksum. Rumah kontrakannya di Cimenyan, Bandung," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya saat ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (14/5/2013).

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, kesimpulan mengenai identitas darI pelaku SL, berdasarkan pengakuan dari Maksum. "Informasi identitas pelaku kita juga bekerja sama dengan dengan Densus. Ketika ditanya kepada Maksum, dia mengakui kalau SL ini anak buahnya," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya tidak menyangkal ketika ditanya soal motif dari upaya pengeboman Mapolres Tasikmalaya yang dilakukan oleh tersangka SL, Senin (13/5/2013) malam kemarin adalah balas dendam. " Ya, seperti itu," kata Anis.

Anis menambahkan, SL yang tewas ditembak mati oleh petugas kepolisian setelah sempat membacok salah seorang petugas itu melakukan balas dendam atas rangkaian penangkapan dan penembakan yang dilakukan oleh Densus 88 dan juga Kepolisian. "Motifnya jelas karena maraknya rangkaian penangkapan dan penggeledahan yang kita lakukan," tegas Anis. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

    Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

    Nasional
    Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

    Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

    Nasional
    Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

    Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

    Megapolitan
    Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

    Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

    Megapolitan
    Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

    Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

    Nasional
    Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

    Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

    Megapolitan
    Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

    Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

    Megapolitan
    Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

    Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

    Internasional
    Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

    Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

    Nasional
    Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

    Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

    Nasional
    Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

    Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

    Nasional
    Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

    Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

    Megapolitan
    Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

    Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

    Megapolitan
    Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

    Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

    Nasional
    Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

    Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

    Megapolitan

    Close Ads X