Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Regional

Guru Cabuli Enam Muridnya

Senin, 13 Mei 2013 | 13:31 WIB

LIMBOTO, KOMPAS.com — Seorang guru pria sebuah SD negeri di Desa Suka Makmur, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, yang berinisial UB (48) ditangkap polisi karena diduga mencabuli keenam siswinya pada 2011. Kasus yang tersimpan selama dua tahun ini terungkap setelah salah satu korban mengeluh alat kelaminnya sakit kepada orangtuanya.

Inisial keenam korban, yang tak lain adalah murid UB di sekolah, yaitu SN (14), NS (14), SH (13), WN (13), S (14), dan K (14). Pencabulan dilakukan pada 2011 atau saat mereka masih duduk di bangku SD. Para korban kini sudah melanjutkan sekolah di tingkat SMP.

"Modus pencabulan adalah korban disuruh membersihkan kamar mandi sekolah sebagai hukuman karena terlambat masuk kelas atau tidak mengerjakan PR. Saat sedang membersihkan kamar mandi itulah pelaku bertindak cabul," kata Kepala Kepolisian Resor Limboto Ajun Komisaris Besar Budi Setiawan, Senin (13/5/2013).

Semua korban pencabulan diancam oleh pelaku untuk tidak melawan atau memberitahukan kejadian itu kepada siapa pun. Kepada SN, pelaku memaksa untuk berhubungan intim sebanyak tiga kali di kamar mandi sekolah. Adapun kepada kelima korban lainnya, pelaku meraba-raba bagian tubuh korban.

UB ditangkap pada Minggu (12/5/2013) berdasar laporan orangtua salah satu korban. Saat ditanya wartawan, UB mengaku khilaf saat pencabulan itu terjadi. Ia mengakui dan menyesali perbuatannya itu. UB mendadak menangis terisak saat ditanya apakah tidak ingat akan putrinya saat mencabuli murid-muridnya itu.

"Saya kini menyesal dan teringat anak-anak saya," ucap UB yang memiliki satu putra dan empat putri itu.


Penulis: Aris Prasetyo
Editor : Rusdi Amral