Kamis, 17 April 2014

News / Regional

Jambret Tas Wanita, Dua Pemuda Kritis Dihajar Massa

Rabu, 1 Mei 2013 | 20:04 WIB

Baca juga

MEDAN, KOMPAS.com — Nekat menjambret tas milik Fitri (28), warga Jalan Danau Singkarak, Lorong Benteng, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, dua pelaku bernama Okta Heriansyah Putra (16), warga Jalan Rumah Sakit Haji, Medan Estate; dan Tengku Yasir (20), warga Jalan Sei Kera, Medan Timur, nyaris tewas dihajar massa di Jalan Danau Singkarak, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu (1/5/2013).

Kejadian bermula saat korban hendak naik ke becak bermotor yang dikemudikan Burhan Hasibuan (36) menuju Jalan Aksara untuk berbelanja. Kedua pelaku melintas mengendarai sepeda motor jenis Satria FU tanpa pelat nomor, langsung merampas tas korban yang berisi dua telepon seluler, uang ratusan ribu rupiah, serta surat-surat penting lainnya.

Burhan yang tanggap coba menggagalkan aksi dengan menabrakkan becaknya ke sepeda motor pelaku. Berhasil, kedua pelaku terempas ke aspal. Korban yang menjerit memancing perhatian warga sekitar dan langsung menghajar kedua pelaku hingga babak belur. Seorang satpam menyelamatkan kedua pelaku yang nyaris telanjang dan tak berdaya itu ke pertokoan Singkarak Boulevard, tak jauh dari lokasi kejadian.

"Kupikir sudah tewas mereka karena kulihat terlentang di Singkarak Boulevard," kata Fitri yang baru seminggu tinggal di Medan.

Iyan (48), warga sekitar, mengatakan, kedua pelaku sudah sering beraksi di daerahnya. "Aku pernah tengok (melihat, red) orang ini. Kuyakin, ini-ini juga pemainnya. Memang rawan jalan ini, apalagi kalau tengah malam. Kali ini korbannya warga kami, jadi cocok, dihajar ramai-ramai. Kurasa pun kereta (motor, red) yang dipakainya ini hasil rampokan. Tengoklah, pelat-nya saja masih putih," kata Iyan.

Kedua pelaku akhirnya dibawa petugas patroli Polsekta Medan Barat ke RS Bhayangkara Medan di Jalan KH Wahid Hasyim. Kanit Reskrim Polsekta Medan Barat Iptu Syarifurrahman mengatakan belum sempat memeriksa pelaku karena kondisinya kritis. "Belum sempat kita periksa karena kondisinya sangat kritis. Pelaku di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis dulu," kata Syarifurrahman.


Penulis: Kontributor Medan, Mei Leandha
Editor : Farid Assifa