Senin, 1 September 2014

News / Regional

Bentrok Musi Rawas Berakar Kegagalan Pemekaran Kabupaten

Selasa, 30 April 2013 | 08:36 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Bentrok di Musi Rawas berakar dari ketidakpuasan masyarakat Muara Rupit karena pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tak dikabulkan. Akibat ketidakpuasan ini, puluhan massa telah menggelar aksi penutupan jalan lintas Sumatera di kawasan itu sejak Senin pagi.

Tuntutan pemekaran Kabupaten Muratara ini telah berlangsung beberapa waktu terakhir. Desakan memanas menyusul tak dikabulkannya pengajuan pemekaran itu. Tuntutan terutama disuarakan warga Muara Rukit yang merupakan calon ibu kota Muratara.

Beberapa kali pendukung pemekaran mengadakan unjuk rasa bahkan hingga ke Jakarta. Massa pendukung menggunakan yel-yel "Muratara harga mati". Demikian kata Ozie, salah satu warga.

Kepala Bidang Humas Ajun Komisaris Besar Djarod Padakova mengatakan, aksi terkait pemekaran Kabupaten Muratara, Senin pagi, mengakibatkan kemacetan parah. Akibatnya, lalu lintas di jalur yang menghubungkan Palembang dan Bengkulu itu nyaris terhenti total.

"Situasi sudah panas sejak pagi dan sudah ganggu kepentingan umum," kata Djarod di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/4/2013).

Bentrok pembubaran unjuk rasa itu mengakibatkan 4 warga tewas tewas, belasan warga terluka tembak, dan lebih kurang 14 polisi terluka. "Sebanyak 4 polisi luka berat, 10 luka ringan," kata Djarod.

Massa juga membakar Markas Polsek Rupit dan sejumlah kendaraan di lokasi. Hingga sekarang suasana masih tegang.


Penulis: Irene Sarwindaningrum
Editor : Robert Adhi Ksp