Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Komoditas

Harga Bawang Kembali Turun

Selasa, 23 April 2013 | 09:15 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com Harga bawang putih dan bawang merah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pekan ketiga April kembali turun, dan mendekati harga yang wajar.

"Harga bawang putih dan bawang merah pada minggu ini kembali turun, dan sudah mendekati harga yang wajar, setelah harga melonjak satu bulan lalu," kata Gunadi, grosir sembako dan kebutuhan dapur Amanah Fatonah di Jalan Bulog, Kalasan, Sleman, Selasa (23/4/2013).

Menurut dia, harga bawang putih jenis kating turun dari Rp 30.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 23.000 per kg, dan jenis sincau turun dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg.

"Harga bawang merah minggu ini juga turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 27.000 per kg. Stok kedua komoditas itu juga mencukupi," katanya.

Gunadi mengatakan, harga komoditas lainnya pada pekan ini cenderung stabil, tidak ada perubahan harga yang mencolok.

"Harga gula pasir curah masih tetap Rp 11.000 per kg, minyak goreng curah jenis barco Rp 9.000 per kg, dan minyak goreng sawit naik menjadi Rp 8.800 per kg," katanya.

Ia mengatakan, harga tepung terigu merek Segitiga Biru tetap Rp 166.000 per zak atau Rp 7.000 per kg, sedangkan terigu Cakra Kembar Rp 171.000 per zak atau Rp 7.500 per kg. Sementara itu, beras C4 Rp 8.300 per kg, dan beras mentik wangi Rp 10.000 per kg.

Pedagang di Pasar Sleman, Rubinem, menambahkan, harga bawang putih pada pekan ini kembali turun signifikan. "Bawang putih jenis kating memasuki minggu ini turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 27.000 per kg, jenis sincau turun dari Rp 18.000 menjadi Rp 15.000 per kg," katanya.
     
Harga bawang merah, menurut dia, juga turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 27.000 per kg.

Ia mengatakan, harga minyak goreng curah pada pekan ini stabil, seperti jenis barco Rp 9.000 per kg, dan jenis sawit Rp 8.800 per kg, sedangkan gula pasir curah Rp 11.000 per kg.

"Persediaan bawang putih dan bawang merah saat ini mencukupi, dan sudah mulai mudah diperoleh di pasaran," katanya.



Sumber: Antara

 


Editor : Agus Mulyadi