Minggu, 23 November 2014

News / Regional

Dalam Semalam, Lima Rumah Disatroni Maling

Rabu, 17 April 2013 | 17:12 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak lima rumah di Dusun Karangijo Kulon dan Karangijo Wetan, Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, disatroni kawanan maling, Selasa malam (16/4/2013).

Modus pelaku pencurian ini dengan cara masuk ke rumah para korbannya dengan mencongkel kaca nako. Lalu pelaku masuk ke rumah dan mengambil barang-barang berharga. Untuk menghilangkan jejak, kawanan pencuri ini membawa pergi kaca nako yang dicongkel.

Enam rumah yang menjadi korban pencurian masing-masing milik Wasio, Samak Ahsanudi dan Tasio Hadi Siswanto, ketiganya warga Karangijo Wetan. Lalu rumah milik Hartadi dan Legiyo, keduanya warga Dusun Karangijo Kulon. Rumah yang disatroni pencuri ini berada di dalam satu wilayah.

Salah satu pemilik rumah yang menjadi korban pencurian, Hartadi memperkirakan pencuri masuk ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB, pasalnya pukul 01.15 WIB seluruh keluarganya baru tidur setelah membuat roti pesanan.

Baru pagi hari setelah bangun tidur, anaknya memberitahukan kaca jendela depan sudah terbuka dan hilang. Ketika dicek, ternyata laci penyimpanan uang sudah dicongkel.

"Pelaku masuk lewat jendela dan mencongkel laci penyimpanan uang," terangnya, Rabu (17/4/2013).

Ia mengungkapkan uang Rp 13 juta yang ada di dalam laci raib dibawa pencuri, namun tumpukan uang receh 1.000 dan 2.000 dibiarkan begitu saja.

"Malam itu tidak satupun keluarga yang mendengar suara berisik apa gaduh," ungkapnya.

Rumah Legiyo yang terletak disamping rumah Hartadi juga tak luput dari aksi pencurian. Pelaku membawa dompet berisi uang sekitar Rp 700 ribu. Aksi pencurian sebenarnya sudah diketahui oleh saudara Legiyo, Ahsanudi saat para pelaku hendak masuk ke rumahnya. Namun saat akan ditangkap, pelaku melarikan diri.

Sementara itu, Kapolsek Ponjong, Kompol Sutama menjelaskan, dari enam rumah yang disatroning maling, hanya satu rumah milik Ngatini yang aman dari aksi pencurian. Pasalnya rumah tersebut dipasangi teralis besi.

"Hanya satu rumah itu yang tidak dimasuki pencuri. Yang menarik adalah para pelaku setelah beraksi membawa pergi kaca nako yang mereka congkel," kata Kompol Sutama.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa pencurian di lima rumah. Meski diakuinya cukup sulit karena kaca nako dibawa pergi, namun pihaknya tetap akan terus berupaya mengungkap dan menangkap pelaku. "Akan kita ungkap sampai tertangkap pelakunya," pungkasnya.


Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Farid Assifa