Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Bakar Mobil Perusahaan Sawit, 20 Warga Diamankan

Senin, 15 April 2013 | 23:08 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com — Sedikitnya 20 warga dari sejumlah desa di Kolaka, Sulawesi Tenggara, diamankan aparat Polres Kolaka. Hal ini terkait dengan aksi pembakaran sebuah mobil pikap di lokasi perkebunan kelapa sawit milik PT Damai Jaya Lestari.

Penahanan sementara para warga di Polres Kolaka ini dilakukan untuk meredam amarah warga dan menghindari kejadian serupa terulang. Selain itu, penahanan ini juga untuk kepentingan pemeriksaan.

"Ya, kembali saya tegaskan kalau mereka para pemilik lahan ini kita tahan untuk sementara saja. Selain akan dimintai keterangan, juga untuk mengantisipasi tindakan pembakaran lanjutan atau bisa saja akan ada aksi anarkistis lainnya. Ini semua kan kita harus antisipasi agar tidak terjadi lagi," ungkap Kepala Humas Polres Kolaka, Ajun Komisaris Polisi Nazaruddin, Senin (15/04/2013).

Menurut Nazaruddin, sebenarnya kekesalan warga pemilik lahan sawit itu terlihat sejak pagi tadi. Dan puncaknya sore hari, para warga membakar sebuah mobil milik perusahaan sawit tersebut. Bahkan sempat ada kelompok lain yang terindikasi akan bentrok dengan masyarakat pemilik lahan.

"Kronologinya kan pagi tadi warga sudah mengempiskan ban mobil yang dibakar itu. Nah, sekitar jam setengah empat sore warga sudah kesal dan akhirnya mobil itu dibakar. Suasana makin memanas karena terindikasi ada kelompok lain yang juga mengaku pemilik lahan akan mendekati mereka yang bakar mobil ini. (Peristiwa) inilah yang kami cegah agar tidak terjadi bentrok sesama masyarakat," tegas Nazaruddin.

Dia menyatakan, polisi sendiri belum bisa memastikan apakah masyarakat yang tergabung dalam Forum Persatuan Pemilik Lahan Sawit ini akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran itu atau tidak. Pasalnya kepolisian masih mengkaji serta mendalami masalah tersebut.

"Kami periksa secara saksama dulu, kalau masalah tersangka itu belum mengarah ke situ," tegas Kepala Humas Polres Kolaka.

Dalam aksi pembakaran mobil itu sendiri warga menuntut adanya revisi memorandum of understanding (MoU) antara warga pemilik lahan dan pihak perusahaan kelapa sawit terkait bagi hasil. Karena tuntutan itu tidak ditanggapi serius, akhirnya warga membakar sebuah mobil di lokasi perkebunan sawit.


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Farid Assifa