Kamis, 18 September 2014

News / Regional

Dikeroyok Guru dan Teman, Siswa SMP Masuk RSJ

Selasa, 2 April 2013 | 18:48 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Seorang siswa kelas VIII SMPN 1 Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kevin, harus dirawat di rumah sakit jiwa setelah dipukul dua orang guru dan enam teman Kevin. Kevin yang dirawat di Ruang Anggrek terlihat diam dan hanya menatap kosong. Bahkan ketika dikunjungi oleh beberapa rekan media, ia hanya diam.

Hasmia, ibu korban, menuturkan, tindakan kekerasan yang dialami anaknya terjadi sekitar empat bulan yang lalu, tetapi baru dua hari ini diketahuinya.

"Akhir-akhir ini, anak saya sering murung, padahal sebelumnya dia adalah anak ceria, tapi belakangan dia selalu menyendiri. Bahkan dia agak takut kalau banyak orang, dia selalu berada di sudut ruangan, setelah saya periksa ternyata hasilnya dia mengalami depresi," terang Hasmia ditemui di RSJ Kendari, Selasa (2/4/2013).

Dijelaskannya, pihak keluarga lalu menelusuri penyebab murungnya Kevin. Ternyata ada saksi yang mengatakan bahwa Kevin telah dikeroyok dan dipukul oleh teman dan gurunya.

"Kebetulan ada saksi yang memberitahukan bahwa anak saya sering dipajak, kemudian jika tidak diberikan uang, maka ia dipukul. Lalu gurunya juga ikut-ikutan memukul karena anak saya difitnah oleh temannya," lanjutnya.

Sementara itu, La Ode Bariun, kuasa hukum keluarga Kevin, mengatakan, pihak keluarga akan melaporkan kasus ini ke Polda Sultra untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

"Besok (Rabu, red) kasus ini akan saya laporkan ke Polda. Kalau diproses sesuai hukum, pasti yang akan dikenakan itu Pasal 351 tentang Penganiyaan," jelasnya.

Mengenai keterlibatan guru dalam tindakan kekerasan terhadap anak didiknya, kata Bariun, karena gurunya hanya mendengar secara sepihak.

"Jadi waktu Kevin dihajar oleh teman-temannya, kemudian ada yang mengeluarkan kata-kata kotor. Lalu gurunya bertanya, siapa yang katakan itu, kemudian temannya langsung menunjuk Kevin sehingga gurunya langsung menghajar Kevin," bebernya.

Dalam pemukulan tersebut, dua guru yang terlibat yakni Rasyid dan Arsad. Sedangkan rekan sekolah korban yang ikut mengeroyok masing-masing bernama Baskara, Hasbullah, Ragil, Fikrullah, Haerul, dan Muh Anjas.


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Farid Assifa