Senin, 22 September 2014

News / Regional

Bencana Alam

Air Asam Perparah Banjir di Sumsel

Minggu, 3 Maret 2013 | 19:34 WIB

INDRALAYA, KOMPAS.com - Lebih dari 700 rumah di Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, terendam banjir selama dua pekan ini. Banjir mulai dikotori air berwarna hitam yang bersifat asam.

Kebun sawit dan karet dikhawatirkan mati, karena terkena air berwarna hitam itu. Belum diketahui sumber air berwarna hitam itu. Banjir besar serupa juga terjadi di kawasan itu 2010 lalu.

"Air hitam seperti ini juga terjadi pada banjir 2010 lalu. Tanaman yang terendam air hitam ini mati semua," kata Giarta, salah satu warga, Minggu (3/3/2013).

Banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter itu, membuat unit permukiman transmigrasi (UPT) II Sungai Rambutan terisolir, karena seluruh kawasan yang terdiri atas 300 rumah itu terendam. Selain itu, banjir menggenangi UPT I Rambutan dan Tanjung Pule.

Akibat banjir, warga sangat sulit memperoleh air bersih. Mereka juga mulai menjual semua hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam. Mereka kesulitan menjaga ternak. Hewan ternak juga dikhawatirkan mati, jika dibiarkan di tengah banjir.

Dalam kondisi itu, ternak terpaksa dijual murah sedangkan biaya kehidupan melambung tinggi.

"Semua jadi mahal di sini, kami juga harus sewa perahu Rp 50.000 untuk keluar dari desa," kata Giarta.

Bantuan bahan makanan telah dikirim Pemerintah Provinsi Sumsel akhir pekan lalu. Warga sangat mengharapkan pemerintah segera membuat pencegahan banjir secara permanen.


Penulis: Irene Sarwindaningrum
Editor : Agus Mulyadi