Rabu, 23 April 2014

News / Regional

Gunung Rokatenda Meletus, Flores Diselimuti Abu

Minggu, 3 Februari 2013 | 14:02 WIB

Baca juga

ENDE, KOMPAS.com - Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, meletus pada Sabtu (2/2/2013) pukul 23.36 WITA. Sebagian besar wilayah di Pulau Flores, NTT, diguyur abu vulkanik akibat letusan gunung di bagian utara NTT tersebut.

Kantor berita Antara melaporkan, rumah-rumah penduduk terutama di utara Flores diselimuti abu setebal sekitar satu milimeter. "Gunung Rokatenda pada saat letusan, sempat terjadi hujan abu dengan tebal satu milimeter di pos pemantau Gunung Rokatenda," kata Petrus Tiba, Pemantau Gunung Api Iya dan Rokatenda yang berpusat di Ropa, Kabupaten Ende.

Petrus mengatakan, letusan disertai bunyi dentuman dan suara gemuruh terdengar dari pos pengamatan yang berada di pantai utara NTT dengan jarak 17 km arah selatan Gunung Rokatenda. Letusan itu juga memperlihatkan semburan lava pijar.

Menurut Petrus, semburan debu cukup tinggi mencapai 300-4.000 meter di atas permukaan laut sehingga menyebar ke sebagian besar di Pulau Flores. Semburan abu vulkanik ini bisa berdampak pada serangan penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak. Untuk sementara, penduduk sekitar diimbau tidak keluar rumah. Jika berada di luar rumah, maka anak-anak atau warga diharuskan mengenakan masker untuk menghindari serangan penyakit sesak napas.

Maria Fasih, warga Desa Nangapenda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Ende mengatakan tidak bisa melihat langit-langit karena ditutupi debu sejak pagi. Atap rumah saat ini ditutupi debu yang turun terus-menerus sejak malam hingga siang ini dan belum ada tanda-tanda berhenti.

Status Gunung Api Rokatenda dinaikkan dari normal ke Waspada (level II) sejak 9 Januari 2012 pukul 21.00 WITA. Pada tanggal 13 Oktober 2012 pukul 17.00 WITA, status Gunung Api Rokatenda dinaikkan menjadi Siaga (level III).

Gunung Api Rokatenda sempat meletus pada tanggal 8 Oktober 2012 pukul 19.46 WITA. Letusan itu disertai suara dentuman dan sinar api serta lontaran material pijar yang menyebabkan kebakaran semak belukar di sekitar kawah.

Gunung Rokatenda atau juga disebut Gunung Paluweh merupakan sebuah gunung berapi di Pulau Palue, sebelah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung bertipe strato itu merupakan lokasi tertinggi di Pulau Palue dengan ketinggian 875 meter. Gunung ini secara geografis terletak di koordinat 121° 42’ bujur timur dan 8° 19’ lintang selatan.

Letusan terhebat pernah terjadi pada 4 Agustus-25 September 1928. Penduduk Palue saat itu sebanyak 266 jiwa. Letusan terakhir terjadi pada 23 Maret 1985 dengan embusan abu mencapai 2 km dan lontaran material lebih kurang 300 meter di atas puncak. Setelah 20 tahun "tidur", Rokatenda kembali menunjukkan aktivitasnya pada 16 Januari 2005.

 


Editor : Laksono Hari W
Sumber: