Jumat, 19 September 2014

News / Regional

Cuaca Ekstrem

Hanya Kapal Besar yang Boleh Berlayar

Senin, 14 Januari 2013 | 16:58 WIB

     

 

AMBON,KOMPAS.com- Administratur Pelabuhan Kelas I Ambon hanya memperbolehkan kapal-kapal besar yang boleh berlayar saat cuaca ekstrem terjadi di perairan Maluku seperti sekarang. Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon, kondisi cuaca ekstrem itu diperkirakan masih berlangsung hingga 18 Januari 2013.  

Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Ambon, Ali Ibrahim, di Ambon, Senin (14/1/2013), mengatakan kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 1.000 sampai 5.000 Gross Tom (GT) dinilai masih aman saat berlayar pada kondisi laut dengan ombak setinggi tiga sampai lima meter seperti yang sekarang terjadi di perairan Maluku.

"Jadi surat izin berlayar hanya diberikan pada kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 1.000 sampai 5.000 GT, seperti kapal PT Pelni, kapal kargo, dan kapal tanker pengangkut bahan bakar," ujar Ali.

Sementara untuk kapal berukuran di bawah 1.000 GT seperti kapal-kapal kayu pelayaran rakyat dan kapal motor penyeberangan, tidak akan diberikan surat izin berlayar.

Larangan bagi kapal-kapal ini berlayar sudah diberlakukan sejak Sabtu (12/1) hingga hari ini. Kapal-kapal ini biasa mengangkut penumpang dan barang dari Ambon ke Pulau Buru, Seram, dan pulau-pulau kecil di sekitar Seram.


Penulis: Antonius Ponco A.
Editor : Tjahja Gunawan Diredja