Senin, 15 September 2014

News / Regional

MAGELANG

Duh! Sepekan, Tiga Kesurupan Massal di SMK 3

Minggu, 21 Oktober 2012 | 11:45 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Dalam satu pekan telah terjadi tiga kali kesurupan massal di SMK Negeri 3 Kota Magelang Jawa Tengah. Kejadian pertama terjadi pada Senin, (15/10/2012), sejumlah siswa tiba-tiba menangis dan berteriak tanpa sebab saat pelajaran berlangsung. Namun, tidak lama kejadian itu bisa diatasi.

Kemudian pada Jumat (19/10/2012), sebanyak sembilan siswa yang baru saja selesai mengikuti pendidikan karakter di Rindam IV Diponegoro, dalam waktu hampir bersamaan tiba-tiba berteriak histeris. Beruntung kejadian tersebut cepat dinetralisasi oleh pihak sekolah yang mendatangkan batuan dari pihak luar.

Sabtu (20/10/2012), sebelum sempat mengikuti pelajaran sekitar pukul 07.00 WIB, 15 siswa di kelas yang berbeda mendadak berteriak histeris, bahkan ada beberapa yang pingsan. Akibatnya, pihak sekolah terpaksa membatalkan semua jam mata pelajaran dan memulangkan siswa lebih awal.

Agus Santoso, Wakil Kepala sekolah bidang kesiswaan SMK Negeri 3 Magelang mengatakan, kejadian pada Sabtu pagi itu tergolong agak sulit diatasi. Karena jumlah siswa yang banyak, serta ada dua siswa yang sulit disembuhkan. Mereka adalah Katrin dan Linda siswa Jurusan  Perhotelan.

"Walaupun sempat dimandikan di tengah lapangan, keduanya masih belum sadar dan terus berteriak. Setelah dikembalikan ke tempat awal mereka 'dirasuki' mereka baru sadar, sekitar pukul 10.00 WIB," cerita Agus.

Hengki, paranormal yang didatangkan pihak sekolah mengatakan, siswa-siswa yang kesurupan itu memang sedang dalam kondisi kelelahan dan labil. Selain itu, ada juga faktor lain yang merasuki mereka mengaku terganggu karena tempat mereka dirusak.

Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Magelang, Nisandi membenarkan pihaknya sedang melakukan pembanguan dengan menggali saluran air. Namun dirinya tidak mengetahui bagian yang digali tersebut merupakan bekas kuburan jaman Belanda.  "Saya tidak tahu itu, yang jelas ini musibah dan kita segara ambil langkah, doakan agar semuanya cepat selesai," ujarnya.

Sejak kejadian hari Jumat, pihaknya sudah menggelar pengajian dan doa bersama. Diikuti oleh para guru, perwakilan siswa juga paranormal. "Selain doa dan rukyah, kami juga mendatangkan Psikolog untuk memperkuat psikologi anak untuk mengembalikan mental mereka. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," ujar Nisandi. 


Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Editor : Glori K. Wadrianto