Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

KENDAL

Krisis Air Bersih, Warga Antre di Sumur Artesis

Kamis, 6 September 2012 | 14:53 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Warga di tiga desa Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, sudah dua bulan terakhir ini kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, warga harus antre di satu-satunya sumber air bawah tanah (artesis), di Desa Wonosari RT I RW VII, dengan membayar Rp 500 per jeriken.

Tiga desa yang kekurangan air tersebut adalah, Desa Wonosari, Bangunsari dan Kartika Jaya. Menurut penjaga sumur artesis, Kusen (51), sumur artesis ini sudah dibuat oleh warga sejak sekitar tahun 1979. "Uang Rp 500 dari warga yang mengambil air per jeriken, digunakan untuk perawatan. Jadi kalau rusak, biayanya diambilkan dari uang tersebut. Khusus untuk warga RT I RW VII, mereka bebas mengambil air, karena sumur berada di wilayahnya," kata Kusen, Kamis (6/9/2012).

Kusen menjelaskan, dalam sehari rata-rata ada sekitar 50 orang yang antre untuk mendapatkan air bersih. Sebelum terjadi kemarau panjang, paling hanya ada beberapa warga yang mengambil air. "Sekarang sumur mereka keruh, sehingga hanya bisa untuk cuci dan mandi saja," jelasnya sambil menambahkan, warga mulai antre sejak pukul 06.00 hingga 17.00.

Lina (34), salah satu warga yang antre air bersih mengaku, sumurnya hanya cukup untuk mandi dan cuci baju keluarga. "Di samping itu agak keruh," ujar Lina. Lina berharap, Pemerintah Kabupaten bisa membantu warga, yang kekurangan air bersih.

Terkait dengan hal itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kendal ( BPBD) Endro Kunarno, mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya desa atau kecamatan yang kekurangan air bersih. "Pemkab punya enam mobil tangki air yang siap mengedrop air bersih," kata Endro. 


Penulis: Kontributor Kendal, Slamet Priyatin
Editor : Glori K. Wadrianto