Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 20:34 WIB
Juli, Puncak Pergelaran Ritual Adat NTT
Penulis : Kornelis Kewa Ama Khayam | Sabtu, 7 Juli 2012 | 16:24 WIB
|
Share:

Juli, Puncak Pergelaran Ritual Adat NTT
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA
Tetua adat desa Karawatung, Solor, sedang membagikan daging kepada semua suku sebagai upacara penebusan dosa atas segala kesalahan yang dibuat selama masa pesta adat "berauk" berlangsung. Hewan korban ini dipersembahkan oleh mereka yang telah melanggar adat dan mengakui kesalahan kepada ketua adat.

TERKAIT:

KUPANG, KOMPAS.com — Bulan Juli merupakan puncak pergelaran sejumlah ritual adat di Nusa Tenggara Timur. Pada bulan ini dipahami sebagai pertengahan tahun, awal tahun baru, awal kehidupan baru, serta puncak pertemuan antara yang baik dan yang jahat.

Para tetua adat di masing masing suku, desa, dan marga memilih bulan Juli, tetapi sebagian juga memilih bulan Juni sebagai bulan yang cocok untuk membangun hubungan yang harmonis dengan leluhur dan kekuatan tertinggi.

Sejumlah ritual adat yang patut disebut, antara lain berauk di Pulau Solor (syukur atas hasil panen), tuno manuk di Adonara (menjaga kelestarian lingkungan), dan etu di Ngada (menguji ketangkasan kaum pria dalam berburu). Namun, ritual adat ini jarang masuk dalam agenda pariwisata dan budaya pemda setempat.

Editor :
Rusdi Amral