Rabu, 20 Agustus 2014

News /

Pencarian Korban Libatkan Nelayan

Rabu, 20 Juni 2012 | 03:03 WIB

AMBON, KOMPAS - Sembilan kapal laut dan 20 perahu nelayan dikerahkan untuk mencari puluhan penumpang Kapal Motor Putri Ayu yang tenggelam, Minggu lalu. Namun pencarian sepanjang Selasa (19/6) belum juga membuahkan hasil. Lokasi tenggelamnya kapal pun masih misterius.

Kapal laut yang dikerahkan untuk melakukan pencarian itu terdiri dari empat kapal milik TNI AL, dua kapal milik Satuan Polisi Air Polda Maluku, dua kapal Administratur Pelabuhan (Adpel) Ambon, dan satu kapal tim SAR Ambon. Adapun 20 perahu nelayan yang ikut membantu pencarian berasal dari Desa Hasilulu dan Ureng di Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah.

Kepala Tim SAR Ambon Dodi Haryanto di posko SAR KM Putri Ayu, di Desa Ureng, Selasa, mengatakan, pencarian kemarin dilakukan mengikuti arus laut, yaitu ke arah barat dari lokasi perkiraan tenggelamnya KM Putri Ayu di perairan Pulau Tiga, Maluku Tengah.

Pencarian sudah sampai 72 mil dari lokasi perkiraan tenggelamnya kapal atau berada di perairan di sebelah utara Pulau Buru, Maluku. Namun hingga pukul 18.00 WIT, belum satu pun penumpang ditemukan.

Areal pencarian ini lebih jauh dari areal pencarian pada Senin yang hanya sekitar 50 mil dari lokasi perkiraan tenggelamnya kapal itu. Pada pencarian hari Senin, tim SAR juga tidak menemukan satu pun penumpang kapal. Tim hanya menemukan barang-barang seperti minyak tanah dalam jeriken, makanan, dan minuman kemasan yang diduga berasal dari KM Putri Ayu.

Selain belum berhasil menemukan lagi penumpang kapal, tim SAR juga belum bisa menemukan lokasi tenggelamnya kapal itu. Salah satu anak buah kapal KM Putri Ayu yang selamat, Abdullah Lain, sudah dilibatkan dalam pencarian, tetapi lokasi persis tenggelamnya kapal masih belum jelas.

”Ada kemungkinan para penumpang itu terjebak di kapal saat kapal tenggelam. Karena itu, kami sudah menyiapkan lima peralatan selam. Namun peralatan ini belum bisa digunakan sampai kami tahu persis lokasi tenggelamnya kapal,” ujar Mayor Laut Indra Dhany, anggota tim SAR dari unsur TNI AL.

Artinya, sejauh ini baru 12 penumpang yang ditemukan. Seluruhnya ditemukan pada Minggu (17/6) dan dalam kondisi selamat. Adapun total jumlah penumpang dan anak buah kapalyang dinakhodai Jen Kalauw itu, masih simpang siur. Manifes kapal menyebutkan ada 37 orang. Adapun laporan warga yang mengaku keluarganya ikut dalam kapal ada 71 orang.

Dodi Haryanto mengharapkan bantuan pesawat untuk membantu pencarian korban. Permohonan ini sudah disampaikan ke TNI AL sejak Minggu (17/6), tetapi belum ada jawaban.

Cuaca buruk juga melanda Laut Jawa, terutama di perairan Karimunjawa, Jawa Tengah. Ombak setinggi 2-3 meter dan angin kencang di atas normal menyebabkan jalur pelayaran Jepara-Karimunjawa ditutup sementara hingga cuaca membaik.

Syahbandar Pelabuhan Jepara Dwiyanto mengatakan, pelayaran Jepara-Karimunjawa dihentikan sejak Senin lalu. Saat ini Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria dan Kapal Motor Cepat (KMC) Bahari Express yang melayani rute Jepara-Karimunjawa, bersandar di Pelabuhan Pantai Kartini, Jepara.

Kepala Seksi Informasi dan Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, Evi Luthfiati, mengemukakan, Laut Jawa memang dalam kondisi buruk pada tanggal 17-21 Juni. Ombak setinggi 2-3 meter dan kecepatan angin mencapai 40-50 kilometer per jam.

Namun, nelayan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, gelombang setinggi 2-4 meter tak menghalangi niat mereka melaut. Mereka ingin panen ikan seiring datangnya musim angin timur. Padahal, Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap telah mengeluarkan peringatan dini.

(APA/HEN/GRE)


Editor :