Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Di Kediri, Satu Pohon Hias Dihargai Rp 100 Juta

Selasa, 19 Juni 2012 | 09:49 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com- Tatkala melihat pohon-pohon besar baru yang menghiasi sebuah taman, kadang membuat penasaran bagaimana pohon itu dapat dipindah. Usaha bidang pohon taman ini ternyata menjanjikan dan omzetnya pun tergolong besar.

Tengok saja di Desa Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Daerah ujung selatan Kediri ini dikenal sebagai sentra tanaman hias. Rata-rata penduduknya bermata pencarian sebagai penjual tanaman hias.

Tidak hanya tanaman kecil, namun pohon taman juga banyak diperjualbelikan. Jenis pohon taman dapat beraneka ragam, seperti dari tanaman keluarga palem, pule, koptri, beringin, kamboja, trembesi, flamboyan serta banyak lainnya. Harga ditentukan oleh jenis, usia, keunikan bentuk, serta diameternya. Semakin besar diameternya semakin mahal pula harganya.

"Saya punya koleksi pohon pule dengan diameter 5,30 meter dan tinggi 9 meter. Pohon itu sudah ditawar orang Rp.50 juta, tapi tidak saya kasih. Kalau Rp.100 juta baru saya lepas," kata Yakarim, salah satu penjual, Senin (18/6/2012) kemarin.

Mahalnya harga pohon, kata Yakarim, selain karena tingkat kesulitan operasionalnya, juga karena tingginya permintaan. Bayangkan saja, pohon sebesar itu harus dicerabut dari tempat asalnya kemudian dipindahkan ke tempat yang baru, tentu bukan suatu pekerjaan yang mudah.

"Adapula karena sedang ngetren sehingga banyak pembeli yang nyari, misalnya saja jenis pohon koptri itu," ujarnya sambil menunjuk sebuah pohon diantara deretan macam pohon.

Meskipun harganya mahal, permintaan selalu datang seakan tiada habisnya. Pelanggan mereka adalah para pengembang perumahan atau tempat usaha lain seperti pengembang lahan parkir. Tak jarang pula konglomerat yang sadar dengan lingkungan hijau. Hal inilah yang menjadikan usaha pohon tanam di Ngadiluwih tetap eksis.

Risiko yang perlu diantisipasi dalam usaha ini adalah mulai saat pemindahan pohon dari tempat aslinya hingga pasca pemindahan. Saat pemindahan dilakukan, harus tetap ada akar beserta tanah yang menempel pada pangkal batang.

Sementara pasca pemindahan, pohon harus dikarantina dengan salah satu caranya dibungkus jerami. Fungsinya untuk membuat batang tetap lembab sehingga memudahkan tumbuhnya semai calon batang baru. Proses ini biasanya memakan waktu antara enam hingga delapan minggu.  "Yang jelas, harus tetap ada tanah asli yang menempel pada akar dan saat karantina jangan dikasih pupuk. Biar pohon tidak panas," Yakarim membagikan tipsnya.

Para penjual biasanya menawarkan garansi hidup 25 persen dari harga jual pohon. Garansi dilakukan selama enam bulan pasca pembelian. Terakhir, yang menggiurkan dari usaha ini adalah tingkat keuntungan hingga mencapai 3 kali lipat dari modal yang dikeluarkan.


Penulis: Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Pepih Nugraha