Pengesahan RUU PT Jangan Kejar Tayang - Kompas.com

Pengesahan RUU PT Jangan Kejar Tayang

Ester Lince Napitupulu
Kompas.com - 03/04/2012, 08:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi pada April ini seolah-olah menunjukkan DPR hendak kejar tayang. Padahal, masih banyak pihak yang belum puas dan sepakat dengan ketentuan dalam RUU PT, terutama terkait dengan perguruan tinggi swasta.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Edy Suandi Hamid, Selasa (3/4/2012),  mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji RUU PT karena ada perubahan terbaru lagi. "Soal sepertiga biaya operasional. Kalau PTS digitukan, ya mampus. Ini belum jelas. Padahal RUU ini dominan untuk pengaturan PTN. Tetapi ada kerancuan antara PTN dan PTS," kata Edy.

Menurut Edy, DPR yang memaksakan RUU PT disahkan pada April ini menunjukkan seolah-olah mau kejar tayang. "Untuk apa disahkan kalau masih banyak pihak belum puas. Biarkan ada masukan-masukan daripada nanti ada pihak-pihak yang mempersoalkan untuk judicial review di MK," kata Edy.

Mengutip kajian Bank Dunia, Edy menyebutkan bahwa kualitas regulasi Indonesia sekarang ini semakin buruk. Hal ini terlihat dari beberapa UU yang belum dijalankan, tetapi sudah dibatalkan. 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisEster Lince Napitupulu
    EditorRobert Adhi Ksp

    Terkini Lainnya

    Datangi Proyek MRT, Anies-Sandi Tegaskan Eksekusi Lahan di Haji Nawi

    Datangi Proyek MRT, Anies-Sandi Tegaskan Eksekusi Lahan di Haji Nawi

    Megapolitan
    Fadli Zon: Jokowi 'One Man Show', Kadang Presiden, Gubernur, Tukang Bagi Sepeda

    Fadli Zon: Jokowi 'One Man Show', Kadang Presiden, Gubernur, Tukang Bagi Sepeda

    Nasional
    Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 3,9 Miliar

    Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 3,9 Miliar

    Regional
    Mantan Presdir Allianz Minta Diperiksa pada 26 Oktober

    Mantan Presdir Allianz Minta Diperiksa pada 26 Oktober

    Megapolitan
    Tabrakan Bus di Aceh Utara Tewaskan Kernet dan Sopir

    Tabrakan Bus di Aceh Utara Tewaskan Kernet dan Sopir

    Regional
    Kesal Pasien Dialihkan Jadi Alasan Dokter Todongkan Pistol Mainan ke Stafnya

    Kesal Pasien Dialihkan Jadi Alasan Dokter Todongkan Pistol Mainan ke Stafnya

    Megapolitan
    Elektabilitas Jokowi Dinilai Belum Aman, Cawapres Jadi Faktor Penentu

    Elektabilitas Jokowi Dinilai Belum Aman, Cawapres Jadi Faktor Penentu

    Nasional
    Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Wali Songo dan Truk, Dua Luka Parah

    Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Wali Songo dan Truk, Dua Luka Parah

    Regional
    Mantan Biduan Berusia 73 Tahun Juarai Kontes Kecantikan Para Nenek

    Mantan Biduan Berusia 73 Tahun Juarai Kontes Kecantikan Para Nenek

    Internasional
    Gerbang Tol Karawang Barat 2 Ditutup Jumat Sore Ini hingga Besok Pagi

    Gerbang Tol Karawang Barat 2 Ditutup Jumat Sore Ini hingga Besok Pagi

    Megapolitan
    Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

    Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

    Internasional
    Kunjungi Bandung, Dubes Perancis Bakal Bantu Permak Stasiun Bandung

    Kunjungi Bandung, Dubes Perancis Bakal Bantu Permak Stasiun Bandung

    Regional
    Jokowi Diminta Waspadai Fenomena Pilkada DKI Terulang pada Pilpres

    Jokowi Diminta Waspadai Fenomena Pilkada DKI Terulang pada Pilpres

    Nasional
    Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

    Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

    Regional
    BPTJ: Kerugian akibat Macet Jabodetabek Rp 100 Triliun per Tahun

    BPTJ: Kerugian akibat Macet Jabodetabek Rp 100 Triliun per Tahun

    Megapolitan

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM