Banjir dan Longsor di Probolinggo, 2 Orang Tewas - Kompas.com

Banjir dan Longsor di Probolinggo, 2 Orang Tewas

Ahmad Faisol
Kompas.com - 10/03/2012, 06:24 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Hujan deras yang melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai Jumat (9/3/2012) sore hingga malam, menelan korban jiwa. 

Di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, hujan juga mengakibatkan longsor. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo (Kepala BPBD Probolinggo) Mashuri Effendi mengatakan, longsor di Desa sapih mengakibatkan dua anak meninggal, yakni Karlisan dan Sutrisno. Selain itu, warga lain bernama Sartawan luka terkena material longsor.

Saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/3/2012) malam, Mashuri mengatakan tengah dalam perjalanan ke Desa Sapih untuk mengetahui kondisi lapangan. Namun sekitar pukul 21.00, kendaraannya terjebak macet di Kecamatan Sumberasih karena banjir di jalur pantura. "Kendaraan tak bisa lewat. Ini saya balik arah, mau lewat Jalan Raya Bromo menuju Lumbang," ujarnya.

Guyuran hujan lebat juga mengakibatkan banjir di sejumlah kecamatan. Data sementara BPBD menunjukkan, Kecamatan Tongas, Sumberasih, dan Leces juga banjir.

Mashuri mengatakan mendapat kabar dari Camat Lumbang, Budi, bahwa longsor di Lumbang terjadi sekitar pukul 18.00. Budi mengatakan, banjir yang melanda Tongas nyaris merata di tiap desa. Dari 14 desa di Tongas, hanya Desa Sumberrejo dan Pamatan yang ditengarai bebas banjir. "Banjir terparah di desa sepanjang jalur pantura, antara alin Desa Bayeman, Desa Tongas Kulon, Tongas Wetan, dan Tambak Rejo," urai Heri.

Di Kecamatan Sumberasih dilaporkan bahwa banjir memacetkan arus lalu lintas dari dua arah karena genangan air meluber ke jalan hingga setinggi lutut orang dewasa. Hal yang sama juga terjadi di wilayah Kota Probolinggo. Sejumlah ruas jalan digenangi air yang mengalir cukup deras, seperti di Jalan Brantas dan Jalan Soekarno Hatta. "Jalan kok kayak sungai," ujar Zainal Abidin, warga setempat, sekitar pukul 23.00.

Karena itu pula, dari arah timur, deretan kendaraan berkilo-kilo meter terjebak macet sampai Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Beredar kabar, genangan air pada sejumlah ruas jalan Kota Probolinggo terjadi karena dam tunggak di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, jebol. Akibatnya, air pada aliran kali pesisir pecah. Ada yang mengarah ke Kota Probolinggo, ada pula yang ke arah pesisir.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari BPBD Probolinggo. Dari pantauan di lapangan hingga pukul 23.30, arus kali pesisir di Sumberasih relatif normal. Namun, sejumlah ruas jalan di Kota Probolinggo berubah bak sungai akibat derasnya banjir. Banjir ini mengganggu para petakziah yang hendak pulang dari melayat ke keluarga almarhum KH Fawaid As'ad di Situbondo.

PenulisAhmad Faisol
EditorKistyarini

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM