Pencemaran Laut di Pantura Jatim Masih Marak - Kompas.com

Pencemaran Laut di Pantura Jatim Masih Marak

Kompas.com - 05/11/2011, 16:41 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pencemaran laut di pantai utara Jawa Timur masih marak. Hal ini mengancam kelestarian dan produkstivitas budidaya ikan maupun tangkap. Pemerintah harus segera mengatasi masalah pencemaran ini.

Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Oki Lukito, Sabtu (5/11/2011), mengatakan, sumber pencemaran laut itu terbesar adalah industri yang tersebar di sepanjang pantura. Dari kota Surabaya sedikitnya tercatat ada 150 perusahaan membuang limbah pabrik langsung ke kali Surabaya yang bermuara di Selat Madura .

Di sentra budidaya budidaya ikan kerapu, rumput laut, dan hatchery di Situbondo juga sudah lama air lautnya teracuni limbah asam sulfat yang berasal dari pabrik yang mengolah kulit dan kepala udang.

"Hal ini sangat merugikan masyarakat pesisir Situbondo yang terdiri dari nelayan dan petambak serta pengusaha pembenihan udang dan ikan kerapu," katanya.

Pencemaran yang cukup parah lainnya terjadi di perairan Muncar, Banyuwangi, oleh pabrik pengolahan ikan. Demikian pula lumpur Lapindo yang dibuang ke Selat Madura melalui Kali Porong menyebabkan muara Kali Porong radius 6,4 kilometer yang semula kedalamannya 10 meter saat ini hanya 4 meter .

Oki mendesak Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah daerah kabupaten/kota agar bersama-sama secara serius menanggulangi pencemaran ini, termasuk bersikap tegas terhadap industri yang melakukan pencemaran.   

 

 

 


EditorRobert Adhi Ksp

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X