Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Kelautan

Pencemaran Laut di Pantura Jatim Masih Marak

Sabtu, 5 November 2011 | 16:41 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pencemaran laut di pantai utara Jawa Timur masih marak. Hal ini mengancam kelestarian dan produkstivitas budidaya ikan maupun tangkap. Pemerintah harus segera mengatasi masalah pencemaran ini.

Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Oki Lukito, Sabtu (5/11/2011), mengatakan, sumber pencemaran laut itu terbesar adalah industri yang tersebar di sepanjang pantura. Dari kota Surabaya sedikitnya tercatat ada 150 perusahaan membuang limbah pabrik langsung ke kali Surabaya yang bermuara di Selat Madura .

Di sentra budidaya budidaya ikan kerapu, rumput laut, dan hatchery di Situbondo juga sudah lama air lautnya teracuni limbah asam sulfat yang berasal dari pabrik yang mengolah kulit dan kepala udang.

"Hal ini sangat merugikan masyarakat pesisir Situbondo yang terdiri dari nelayan dan petambak serta pengusaha pembenihan udang dan ikan kerapu," katanya.

Pencemaran yang cukup parah lainnya terjadi di perairan Muncar, Banyuwangi, oleh pabrik pengolahan ikan. Demikian pula lumpur Lapindo yang dibuang ke Selat Madura melalui Kali Porong menyebabkan muara Kali Porong radius 6,4 kilometer yang semula kedalamannya 10 meter saat ini hanya 4 meter .

Oki mendesak Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah daerah kabupaten/kota agar bersama-sama secara serius menanggulangi pencemaran ini, termasuk bersikap tegas terhadap industri yang melakukan pencemaran.   

 

 

 


Penulis: Anwar Hudijono
Editor : Robert Adhi Ksp