Selasa, 30 September 2014

News / Regional

Penanggulangan Masalah Narkoba

Gubernur Sulut Canangkan Gerakan Anti Narkoba

Jumat, 23 September 2011 | 17:50 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Kemajuan pembangunan ekonomi dan pendidikan di Sulawesi Utara, nyaris tidak artinya jika pemakai narkoba, angka kriminalitas, serta penderita HIV dan AIDS yang terus bertambah.

Oleh karena itu Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang mencanangkan gerakan anti narkoba, melibas miras, dan mencegah penularan HIV-AIDS.

Hal itu diungkapkan Sarundajang pidato perayaan HUT Ke-47 Provinsi Sulawesi Utara, pada sidang istimewa DPRD Sulut, Jumat (23/9/2011).

Tahun lalu Sarundajang juga telah mencanangkan gerakan membangun tanpa korupsi di jajaran pemerintahan provinsi Sulut.  

Sarundajang menyatakan terkejut, ketika mendapatkan data dari Ketua Badan Nasional Narkoba (BNN) Gorris Mere bahwa angka pengguna narkoba di Sulut mencapai 40.000 orang.

"Ini yang terdata. Pengguna narkoba ibarat gunung es, yang mungkin jauh lebih banyak daripada ditemukan," katanya.

Sebelumnya Sarundajang menyatakan gusar, dengan meningkatnya kasus pembunuhan dan penganiayaan akibat minuman keras. Dalam catatan kepolisian sepanjang bulan September terjadi 10 kasus pembunuhan, setelah pelakunya meneguk minuman keras.

Oleh karena itu ia meminta aparat kepolisian mengintensifkan razia minuman keras dan senjata tajam, yang kini melanda anak-anak muda di daerahnya.

Kapolda Sulut Brigadir Jenderal Carlo Tewu, menambahkan, kenaikan angka kriminalitas merupakan konsekuensi dari kemajuan ekonomi. "Sebagian besar kejahatan dilakukan setelah pelakunya meneguk minuman keras. Kami terus melakukan pencegahan dan operasi mencegah kejahatan," katanya.

 


Editor : Agus Mulyadi