Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Mitigasi Bencana

Pacitan Siapkan Lima Titik Pengungsian

Senin, 14 Maret 2011 | 17:55 WIB

PACITAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengantisipasi bencana dengan menyiapkan titik-titik pengungsian, menyusul terjadinya gempa dan tsunami dahsyat di Jepang. Tindakan itu diambil karena hampir seluruh wilayah Pacitan rawan bencana, terutama gempa bumi, tanah gerak, dan tsunami.

Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Pacitan Isyah Anshori mengemukakan, sebagian besar wilayah Pacitan berada di pesisir pantai selatan dan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Apalagi di Pacitan terdapat sesar atau patahan bumi Grindulu.

Kelima lokasi pengungsian yang disiapkan tersebar di lima desa di Kecamatan Pacitan, yakni Desa Kayen, Sedeng, Sukoharjo, Sambong, dan Mentoro. "Sebagai daerah rawan bencana kami pe rlu melakukan antisipasi dini untuk meminimalisasi jatuhnya korban," ujar Isyah, Senin (14/3/2011) di Pacitan.

Penetapan lokasi itu karena dianggap aman dan dekat dengan lokasi kantor pemerintah, sehingga memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai persiapan telah dilakukan termasuk sosialisasi kepada masyarakat.

Materi sosialisasi terdiri dari keberadaan lokasi pengungsian dan peningkatan kewaspadaan. Pemerintah daerah mengintensifkan sosialisasi ke masyarakat termasuk di sekolah-sekolah. Imbauan itu disampaikan secara langsung maupun melalui seluruh camat.

"Kita juga sudah melakukan simulasi menghadapi bencana, bekerja sama dengan kepolisian setempat. Sampai saat ini sudah tiga kali simulasi digelar," kata Isyah.

Kabupaten Pacitan memiliki areal pesisir pantai yang terbentang di enam kecamatan, mulai dari Kecamatan Sudimoro, Ngadirejo, Kebonagung, Donorojo, Pringkuku, hingga Pacitan. Seluruh pesisir pantai itu rawan bencana tsunami.

Sementara itu ada tiga kecamatan di Pacitan yang rawan bencana gempa, tanah longsor, dan tanah bergerak, meliputi Kecamatan Arjosari, Tegalombo, dan Sudimoro. Pada pertengahan Januari 2011 sebagian wilayah Pacitan terkena bencana tanah bergerak.

Daerah yang terkena antara lain Desa Kluwih dan Desa Ngembul di Kecamatan Kali Kuning, Desa Kedungbendo dan Desa Karangrejo di Kecamatan Arjosari serta Desa Purworejo di Kecamatan Pacitan. Ditemukan banyak patahan tanah di wilayah tersebut sebagai dampak tanah gerak.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung Gede Swantika menjelaskan, tanah gerak di wilayah Pacitan terjadi karena tingginya curah hujan selama tahun 2010. Akibatnya lapisan tanah terpenuhi dengan kantung-kantung air sehingga terjadi patahan-patahan.

Menurut Gede, potensi bencana tsunami, gempa, dan tanah bergerak di Pacitan menjadi besar, karena di wilayah itu terdapat sesar Grindulu. Ketika terjadi sesar-sesar mikro, kondisi tanah semakin tidak stabil sehingga memunculkan patahan yang besar.

 

 


Editor : Nasru Alam Aziz