Senin, 28 Juli 2014

News / Regional

Buruh

Ribuan Buruh Pabrik Cosmos Mogok Kerja

Kamis, 24 Februari 2011 | 18:06 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Ribuan buruh pabrik Cosmo Technology berunjuk rasa dan mogok kerja menuntut kelayakan upah di halaman perusahaan di Jalan raya Segog, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/2/2011).

Dalam aksinya tersebut para buruh melemparkan botol air minum dalam kemasan dan melarang masuk truk kontainer milik perusahaan yang akan mengangkut barang dari dalam pabrik.

Ratusan petugas dari kepolisian dan TNI diturunkan untuk mengamankan aksi tersebut.

Para buruh juga menyampaikan delapan aspirasinya, yakni upah sesuai UMK Rp 850.000/orang, hapus kebijakan perusahaan yang tidak prokaryawan, perbaikan gizi karyawan, bayar penuh lembur, tidak ada intimidasi, pecat anggota serikat pekerja dan personalia yang merugikan karyawan, beri waktu shalat bagi karyawan muslim dan sepakati tuntutan buruh.

Koordinator aksi yang merupakan Sekretaris III Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi), Nurfalah mengatakan, aksi ini berawal karena adanya ketidakjelasan upah yang diberikan perusahaan kepada buruhnya.

"Selain delapan tuntutan aksi ini juga dipicu adanya pelanggaran yang dilakukan perusahaan seperti melakukan tanda palsu untuk meminta penangguhan UMK," kata Nurfalah.

Menurut dia, jika perusahaan tidak memenuhi tuntutannya tersebut maka seluruh karyawan yang berjumlah 1.500 orang akan melakukan mogok kerja sampai tuntutannya direalisasikan. "Aksi ini akan kami lakukan sampai ada kesepakatan," ujarnya.

Lembur dipotong

Kasi Pengawasan Norma Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Sohut T Hutapea mengungkapkan, dari peninjauan yang dilakukan oleh pihaknya, perusahaan tidak salah dalam memberlakukan UMK.

"Pasalnya perusahaan ini termasuk dalam 20 perusahaan yang mendapatkan penangguhan UMK sebesar Rp 770 ribu," ungkap Sohut.

Namun pihaknya juga akan melakukan musyawarah karena ada salah satu tuntutan buruh atau karyawan yang mengeluhkan uang lemburnya dipotong oleh manajemen perusahaan. "Kami akan mengusut pemotongan gaji ini yang diduga oleh pejabat perusahaan," tegasnya.

Di tempat yang sama, HRD PT Cosmo Technology Soni Wahyudiyat menyebutkan, pihaknya belum bisa merealisasikan apa yang diminta karyawan karena pimpinan utama perusahaan tidak ada ditempat.

"Kami akan menyampaikan tuntutan para karyawan dan buruh langsung kepada atasan kami," katanya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: