Kamis, 31 Juli 2014

News /

Sabu Dibuang ke Kloset

Rabu, 1 Desember 2010 | 03:33 WIB

Jakarta, Kompas - Tim Satuan Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pekan lalu menangkap dua warga Iran yang menyelundupkan narkotika jenis sabu. Mereka membuang barang bukti berupa sabu sekitar 800 gram ke kloset ketika polisi hendak menangkap mereka di kamarnya.

Polisi menggelar hasil penangkapan tersebut hari Selasa (30/11) di Polda Metro Jaya. Polisi mengetahui keberadaan warga asing di sebuah hotel di Jakarta Pusat itu karena mereka menerima pesanan pembelian sabu.

Polisi, dipimpin Kepala Satuan Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendra Joni dan kepala unitnya, Komisaris Rudi Setiawan, kemudian mencoba membeli sabu dari warga Iran bernama MRR (25) dan Ake (27) tersebut. Saat akan membayar dan membawa barang bukti itulah polisi mendatangi hotel sekaligus untuk menangkap mereka.

”Ketika anggota kami masuk kamar, mereka curiga sehingga langsung membuang sebagian besar barang bukti sabu. Saya kira sabu yang dibuang sekitar 800 gram sebab kami memesan 1 kilogram sabu dari dua orang itu,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra, kemarin.

Polisi hanya bisa menangkap keduanya dan menyita barang bukti yang berceceran di lantai, yakni sabu seberat 7,2 gram.

Dua warga Iran itu sama sekali enggan memperlihatkan wajah mereka saat petugas Direktorat Narkoba menggelandang mereka dan enam tersangka dalam kasus narkotika lain. Saat wartawan mendekati, seorang tersangka mengangkat kaus oblongnya untuk menutupi kepalanya.

Harga murah

Berdasarkan catatan polisi, sepanjang tahun 2010 (sampai November), penyelundupan sabu dengan pelaku warga asing berjumlah 49 orang. Dari jumlah itu, 18 orang di antaranya berasal dari Iran. Sisanya warga Malaysia (lima orang), China, Taiwan, India masing-masing empat orang. Ada juga warga Nigeria, Nepal, Korea, dan Singapura.

Umumnya, warga Iran yang menjadi tersangka mengaku bahwa mereka membawa sabu yang berasal dari negaranya. Banyaknya kasus penyelundupan sabu ke Indonesia, terutama Jakarta, oleh warga Iran, menurut Hendra Joni dan Anjan, karena harga sabu di Iran sangat murah. Harganya hanya Rp 100 juta per kilogram, sementara harga barang yang sama di Jakarta bisa Rp 1 miliar sampai 2 miliar per kg.

”Mutu sabu asal Iran cukup bagus. Kini harga sabu di Jakarta sedang naik menjadi Rp 1,2 miliar per kg,” ujar Hendra Joni.

Tangerang

Dari Tangerang, Satuan Narkoba Kepolisian Sektor Cipondoh dan Cikupa menangkap seorang bandar putau dan lima pengedar ganja kering di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Polsek Cipondoh membekuk Hermansyah (26), warga Kampung Cadas, Kecamatan Sepatan, dengan barang bukti 26 paket putau di celana, Selasa.

Sehari sebelumnya, Polsek Cikupa menangkap lima pengedar ganja, yakni Asep (25), Mumu (27), Saiful (25), Andi (31), dan Ucok (32), dengan barang bukti ganja kering seberat 87,5 kg.

”Kasus ini terungkap dari laporan masyarakat ada transaksi jual beli ganja di Cikupa, Rabu (24/11). Petugas menyamar menjadi pembeli dan menangkap mereka,” kata Kepala Polsek Cikupa Ajun Komisaris Yuli Haryudo.

Dari penyamaran itu, dua pengedar ganja kering, Asep dan Mumu, ditangkap setelah menyerahkan ganja 500 gram.

Dari hasil pengembangan itu, kedua tersangka mengaku membeli ganja kering tersebut dari tiga rekannya di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya, di Bogor, polisi membekuk Saiful, Andi, dan Ucok. ”Ganja itu disuplai dari Aceh,” kata Haryudo.

Hal senada dikatakan Kepala Unit Narkoba Polsek Cipondoh Ajun Inspektur Satu Sugiri. ”Setelah mendapat informasi dari masyarakat, petugas menyamar membeli dua paket putau seharga Rp 50.000 per paket. Petugas langsung menangkap tersangka setelah mereka menyerahkan dua paket putau yang akan dibeli itu,” kata Sugiri.

Setelah digeledah, di dalam celana dalam tersangka, polisi menemukan 24 paket putau lain.

(PIN/TRI)


Editor :