Inilah Kronologi Meletusnya Sinabung - Kompas.com

Inilah Kronologi Meletusnya Sinabung

Kompas.com - 29/08/2010, 21:36 WIB

MEDAN, KOMPAS.com Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memaparkan kronologi meletusnya Gunung Sinabung dan perkembangan gunung yang berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.

Sekretaris Daerah Sumut RE Nainggolan di Medan, Minggu (29/8/2010), mengatakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung pada 28 Agustus 2010.

Ia merincikan, pada pukul 08.00 hanya terlihat asap putih tipis dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas Gunung Sinabung. Kawasan pun tertutup kabut pada pukul 16.00.

Dari koordinasi itu ditetapkan bahwa Gunung Sinabung sebagai gunung bertipe "B" atau tidak memiliki karakter meletus secara magnetik. Namun, gunung tersebut harus dipantau sepanjang hari untuk mengamati perkembangan yang terjadi.

Pada pukul 19.00-24.00, keberadaan asap dari bawah tidak terpantau sehingga disimpulkan bahwa Gunung Sinabung tidak menunjukkan peningkatan aktivitas.

Namun, tanpa diduga sama sekali, gunung itu menunjukkan peningkatan aktivitas yang ditandai dengan suara gemuruh pada Minggu (29/8/2010) pukul 00.08.

Dengan adanya peningkatan kegiatan itu, pada pukul 00.10, evakuasi atau pengungsian pengungsian dilakukan terhadap warga yang berada di sekitar Gunung Sinabung.

Pada pukul 00.12 terlihat letusan asap dengan ketinggian 1.500 meter dan abu hitam disertai lontaran lava pijar ke arah barat daya dan selatan serta jatuhan abu halus piroklastik.

Semburan lava pijar itu juga menyebabkan puncak hingga sekitar dua pertiga lereng Gunung Sinabung terbakar.

Letusan utama terjadi antara 10 dan 15 menit. Titik api masih terlihat hingga pukul 02.00 pada ketinggian 1.200 dan 1.400 meter.

Pada pukul 02.40, titik api terlihat padam dan tumpukan abu putih kotor terlihat di Dusun Simacem, Desa Bekerah, yang berlokasi sekitar 4 km dari Puncak Gunung Sinabung. Abu tersebut memiliki ketebalan tiga sentimeter.

Setelah itu, cuaca terlihat cerah dan Gunung Sinabung mulai terlihat jelas mulai pukul 03.00. Meski demikian, asap tipis masih terlihat hingga pukul 06.00.

Pemerintah, khususnya Pemprov Sumut, pun tetap mengirimkan berbagai bantuan, baik berupa makanan, obat-obatan, maupun petugas untuk membantu masyarakat. "Karena itu, kami mengharapkan masyarakat tetap tenang," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorErlangga Djumena

    Terkini Lainnya

    Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

    Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

    Megapolitan
    Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

    Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

    Megapolitan
    Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

    Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

    Internasional
    Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

    Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

    Nasional
    Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

    Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

    Nasional
    Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

    Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

    Nasional
    Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

    Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

    Megapolitan
    Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

    Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

    Megapolitan
    Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

    Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

    Nasional
    Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

    Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

    Megapolitan
    Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

    Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

    Megapolitan
    CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

    CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

    Nasional
    Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

    Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

    Internasional
    Roro Fitria yang Buat Polisi Kebingungan...

    Roro Fitria yang Buat Polisi Kebingungan...

    Megapolitan
    Ditanya soal Alexis, Anies Jawab 'Anda Pengin Kejutan atau Tidak?'

    Ditanya soal Alexis, Anies Jawab "Anda Pengin Kejutan atau Tidak?"

    Megapolitan

    Close Ads X