Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Kerusakan DAS Penyebab Banjir

Selasa, 16 Februari 2010 | 06:06 WIB

 

 

CILACAP, KOMPAS.com - Banjir yang merendam 2.554 rumah di Sidareja, Cilacap, salah satunya disebabkan kerusakan daerah aliran sungai (DAS), saluran air, infrastruktur pengendali banjir dan irigasi di wilayah tersebut. Pemerintah didesak segera menormalisasi aliran-aliran sungai di sekitar Sidareja, dan memperbaiki kembali infrastruktur yang ada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap, Dangir Mulyadi mengatakan, ada sekitar lima anak sungai Ciberem yang mengalir di daerah ini yang sekarang mengalami pendangkalan, dipenuhi enceng gondok, dan tanggulnya rusak.

Selain itu, lanjut dia, beberapa pintu air juga rusak akibat akumulasi pendangkalan oleh lumpur yang terus menerus tiap tahun. Kondisi tersebut memperparah potensi banjir wilayah ini yang memang dikenal mudah tergenang saat hujan tiba.

"Sidareja itu memang daerah genangan. Ketinggiannya hanya setengah meter dari permukaan laut. Banyak anak sungai yang mengalir. Kalau anak-anak sungainya itu rusak dan kian dangkal, serta pintu air tak berfungsi, jelas akan mudah terjadi banjir," kata dia.

Banjir di Sidareja nyaris selalu berulang tiap tahun. Banjir terbesar sebelum hari Minggu lalu pernah terjadi pada tahun 1950, 1973, 2000, dan 2005. Ironisnya, fenomena banjir itu tak membangkitkan kesadaran pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur pengendalian b anjir. Sarana yang ada dibiarkan begitu saja.

"Kami akan merekomendasikan masalah anak-anak sungai ini ke Dinas Pekerjaan Umum atau pun Balai Besar Serayu-Citanduy agar segera dilakukan normalisasi," tandas Dangir.

 

 

 


Editor : tof