Kerusakan DAS Penyebab Banjir - Kompas.com

Kerusakan DAS Penyebab Banjir

Kompas.com - 16/02/2010, 06:06 WIB

 

 

CILACAP, KOMPAS.com - Banjir yang merendam 2.554 rumah di Sidareja, Cilacap, salah satunya disebabkan kerusakan daerah aliran sungai (DAS), saluran air, infrastruktur pengendali banjir dan irigasi di wilayah tersebut. Pemerintah didesak segera menormalisasi aliran-aliran sungai di sekitar Sidareja, dan memperbaiki kembali infrastruktur yang ada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap, Dangir Mulyadi mengatakan, ada sekitar lima anak sungai Ciberem yang mengalir di daerah ini yang sekarang mengalami pendangkalan, dipenuhi enceng gondok, dan tanggulnya rusak.

Selain itu, lanjut dia, beberapa pintu air juga rusak akibat akumulasi pendangkalan oleh lumpur yang terus menerus tiap tahun. Kondisi tersebut memperparah potensi banjir wilayah ini yang memang dikenal mudah tergenang saat hujan tiba.

"Sidareja itu memang daerah genangan. Ketinggiannya hanya setengah meter dari permukaan laut. Banyak anak sungai yang mengalir. Kalau anak-anak sungainya itu rusak dan kian dangkal, serta pintu air tak berfungsi, jelas akan mudah terjadi banjir," kata dia.

Banjir di Sidareja nyaris selalu berulang tiap tahun. Banjir terbesar sebelum hari Minggu lalu pernah terjadi pada tahun 1950, 1973, 2000, dan 2005. Ironisnya, fenomena banjir itu tak membangkitkan kesadaran pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur pengendalian b anjir. Sarana yang ada dibiarkan begitu saja.

"Kami akan merekomendasikan masalah anak-anak sungai ini ke Dinas Pekerjaan Umum atau pun Balai Besar Serayu-Citanduy agar segera dilakukan normalisasi," tandas Dangir.

 

 

 


Editortof

Terkini Lainnya

Solusi Dedi Mulyadi Atasi Kesemrawutan di Pasar Tradisional

Solusi Dedi Mulyadi Atasi Kesemrawutan di Pasar Tradisional

Regional
Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Internasional
Ekspedisi Alat Musik Nusantara, Belajar Kearifan dari Gamelan

Ekspedisi Alat Musik Nusantara, Belajar Kearifan dari Gamelan

Regional
Kemenpora Gelar Pemanduan dan Identifikasi Bakat di Bangli

Kemenpora Gelar Pemanduan dan Identifikasi Bakat di Bangli

Olahraga
PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati

PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati

Nasional
Pedagang Blok G: Katanya Kami Mau Dipindah, tetapi Enggak Ada Kepastian...

Pedagang Blok G: Katanya Kami Mau Dipindah, tetapi Enggak Ada Kepastian...

Megapolitan
Peserta Kejurnas Renang Antar-perkumpulan Petrokimia Cup Meningkat

Peserta Kejurnas Renang Antar-perkumpulan Petrokimia Cup Meningkat

Olahraga
Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Internasional
Azyumardi: Saya Sarankan Kepala BNPT Jangan Hanya Perhatikan Terorisnya

Azyumardi: Saya Sarankan Kepala BNPT Jangan Hanya Perhatikan Terorisnya

Nasional
'Gara-gara Film Black Panther, Banyak yang Cari Baju Koko ke Sini'

"Gara-gara Film Black Panther, Banyak yang Cari Baju Koko ke Sini"

Megapolitan
Kelelahan, Risma Hampir Pingsan Seusai Bersih-Bersih Pantai

Kelelahan, Risma Hampir Pingsan Seusai Bersih-Bersih Pantai

Regional
Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Megapolitan
Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Megapolitan
Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Nasional
Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Megapolitan

Close Ads X