Kamis, 18 September 2014

News / Edukasi

Rektor Unpar: Saya Sangat Sedih

Selasa, 9 Februari 2010 | 17:28 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Berita mengejutkan yang mengabarkan bahwa salah satu dosen Universitas Katolik Parahyangan Anak Agung Banyu Perwita melakukan plagiat sangat memukul civitas akademika Unpar, tidak terkecuali Rektor Unpar Cecilia Lauw.  

"Sungguh saya sangat sedih, betul-betul sangat kecewa. Banyu sempat meminta saya ketemu khusus dengannya untuk bicarakan ini, tetapi saya tidak mau. Telanjur kecewa berat," tutur Cecilia di dalam jumpa pers, Selasa (9/2/2010) di Kampus Unpar.

Dalam jumpa pers itu ia ikut didampingi Wakil Rektor Bidang Organisasi dan SDM Unpar Ismadi S Bekti, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unpar Pius Sugeng Prasetyo, dan Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unpar Purwadi Hermawan.

Beberapa hari ini, perhatian Cecilia teralihkan sepenuhnya ke kasus Banyu Perwita ini. "Saya terus mengikuti perkembangannya di Kompasiana," tuturnya.

Sampai-sampai, karena begitu kepikiran akan kasus ini, Cecilia sampai lupa orientasi waktu. "Kemarin Minggu, saya ke kampus, dikira Senin," ucap rektor yang dikenal ramah dan humanis ini.

Ia patut merasa sedih atas kasus ini. Sebab, dalam banyak kesempatan di depan wartawan, Cecilia kerap terbuka memuji Banyu Perwita. Bahkan, Banyu digadang-gadang sebagai anak emas di Unpar. Kariernya meroket cepat sehingga ia bisa mencicipi jabatan wakil rektor.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ditegaskan Cecilia, tindakan Banyu Perwita tidak dapat ditoleransi. "Dia sempat bilang ke saya itu keteledoran. Tetapi, karena ternyata sudah beberapa kali, ini bukan lagi keteledoran, tetapi habit (perilaku). Seperti ini, tidak dapat ditoleransi. Ancaman sanksinya berat," tuturnya.


Editor : primus