Senin, 21 April 2014

News / Regional

Wanita Cantik Dihipnotis, Diperkosa, lalu Diperas

Rabu, 2 September 2009 | 11:01 WIB

Baca juga

PALEMBANG, KOMPAS.com — Sungguh tragis derita yang harus ditanggung A. Ibu muda yang cantik ini diperdaya oleh Suk. A (32) dihipnotis, dicumbu, lalu diancam, foto telanjangnya akan disebarluaskan. Dengan bekal itu, Suk (36), duda yang tinggal di Kecamatan Talang Kelapa, Palembang, memeras A agar memberikan sejumlah uang.

Suk berhasil ditangkap polisi, dan langsung diamankan di Poltabes Palembang. Rencananya hari itu ia janjian akan diberi sejumlah uang oleh A. Suk berhasil memeras korban dengan ancaman akan menyebarkan foto-foto telanjang A.

Kronologi pertemuan A dan Suk terjadi pada sore hari, 9 Agustus lalu di sebuah pusat perbelanjaan. Suk mengajak berkenalan A. Seusai berkenalan, A merasakan sesuatu yang berbeda. “Entah kenapa saya seperti terhipnotis memberikan nomor telepon saya,” kata A.

Dari perkenalan itu, Suk membuat janji dengan A. Anehnya, A menurut saja. Bahkan, A pun bersedia saat diajak ke sebuah penginapan. “Saat itu saya merasa masih di bawah pengaruh hipnotis,” aku korban.

Sesampai di penginapan, Suk lalu mencumbu dan memerkosa A. Kemudian, tanpa disadari A, Suk ternyata telah menyiapkan kamera. Setelah itu, A lalu diikat.

“Setelah diikat saya diperkosa lagi satu kali,” kata korban seraya menambahkan, setelah itu Suk memfoto korban dalam kondisi tanpa busana.

Hari berikutnya, Suk mulai meneror A. Pedagang pakaian bekas ini meminta sejumlah uang kepada korban, jika tak ingin foto telanjangnya disebarkanluaskan.

Rupanya Ad (33), suami A, mencium kegelisahan istrinya. A pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Ad, sambil menunjukkan SMS ancaman Suk.

Ad kemudian melaporkan pelecehan dan teror yang dilakukan Suk ke Polsekta SU II. Berdasarkan anjuran polisi, maka dilakukan skenario penangkapan. Suk dijebak saat sedang menunggu di wartel kawasan Jalan Kol Iskandar Palembang. Kamera milik Suk ikut disita.

Duda satu anak berbadan tinggi besar berkulit putih ini membantah bahwa ia telah melakukan perkosaan. “Saya tidak memerkosa, Pak. Kami melakukannya suka sama suka. Saya memang pacaran dengan dia,” kata Suk.

Menurut Suk, A sering curhat masalah rumah tangganya sehingga akhirnya hubungan A dan Suk makin dekat. “Dia suka curhat masalah rumah tangganya, akhirnya kita dekat dan pacaran. Saya juga tidak pernah memotret dan mengancam rumah tangganya,” elak Suk.

Kapoltabes Palembang Kombes Drs Luki Hermawan, MSi, melalui Kapolsek SU II AKP Djoko Sumardjono, SH, mengatakan bahwa tersangka Suk sudah diamankan.

“Korban melapor ke kita, setelah dipancing dengan pura-pura akan dibayar uang tebusan yang diminta tersangka. Kita akhirnya berhasil menangkapnya. Namun, karena tempat kejadian perkara bukan di wilayah hukum kita, maka kita limpahkan ke Poltabes Palembang,” kata Djoko. (cr3)


Editor :
Sumber: