Investasi Ikan Tuna Indonesia Terbuka Luas - Kompas.com

Investasi Ikan Tuna Indonesia Terbuka Luas

Kompas.com - 11/08/2009, 21:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Peluang investasi di industri ikan tuna terbuka lebar, khususnya di Provinsi Sumatera Utara, Papua, dan Sulawesi Utara yang kaya akan sumber daya ikan tuna.

Demikian yang mengemuka dari seminar "Business and Investment Opportunities on Tuna in Papua, North Sulawesi, and West Sumatera Province" di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (11/8).

Ikan tuna merupakan salah satu komoditas yang berkembang di Indonesia ataupun di dunia. Pada tahun 2008, jika dilihat dari nilai ekspornya, tuna menempati urutan kedua setelah udang. Secara nasional, total produksi tuna untuk ekspor sampai Oktober 2008 mencapai 130.056 ton dengan nilai sebesar 347,189 juta dollar AS.

"Tuna merupakan salah satu dari komoditas perikanan yang paling banyak diperjualbelikan di dunia," ujar  Ketua Komisi Tuna Indonesia Purwito Martosubroto.

Peluang investasi di bidang ini masih cukup besar. Seperti yang terjadi di Sumatera Barat dan Papua. Di Sumatera Barat, dari seluruh potensi yang ada, baru 42,6 persen yang telah dieksplorasi.

Untuk mendorong masuknya investasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan beberapa langkah seperti membangun infrastruktur transportasi dengan baik, pembuatan surat izin yang cepat asal sudah memenuhi persyaratan, hingga tidak ada pungutan biaya apa pun. "Di Sumatera Barat, untuk industri perikanan tidak ada pungutan-pungutan. Nol," ujar Kepala Dinas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri.

"Kami juga memiliki bandara internasional yang hanya berjarak 30 km dari pelabuhan. Siap untuk mengantarkan ikan ke negara tujuan," ujarnya lagi.

Untuk modalnya, satu kapal tipe longline, penangkap tuna yang paling efektif, harganya sekitar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar. Sedangkan untuk processing plan dengan Rp 30 miliar sudah mendapatkan yang lengkap dengan mutu baik.

Di Provinsi Papua malah belum ada perusahaan nasional yang menyentuh industri ikan tuna ini. Biasanya alasan yang diberikan adalah mahalnya biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun usaha di Papua.

"Padahal jika melihat jauh ke depan, investasi di Papua akan menguntungkan karena potensi ikannya jauh lebih besar dibandingkan tempat lainnya," Ujar Sihar Simatupang, Kabid Usaha Perikanan Papua.

Di Papua, potensi daerah untuk industri ikan tuna terletak di tiga daerah, yaitu Supiori, Biak Numfor, dan Jayapura. Ke depannya, untuk semakin memajukan industri ini, akan dibangun pelabuhan perikanan samudera di Biak. Saat ini sudah berada dalam tahap pembebasan tanah. Untuk transportasi udara, Papua telah memiliki bandara internasional di daerah Biak dan bandara nasional di daerah Jayapura.

Masalah biaya, di Papua, untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Penangkapan harus membayar sebesar Rp 100.000,00 dan Surat Izin Penangkapan Ikan sebesar Rp 60.000,00 per GT. "Untuk masalah investasi di Papua mungkin besarnya dua kali lipat dari tempat lain. Tapi potensinya juga dua kali lebih besar dibanding tempat lain," ujar Sihar.

"Supaya peningkatan industri ini berhasil pemerintah harus membuat prosedur yang jelas, cepat, transparan, dan infrastruktur juga harus baik," jelas Purwito.

Sasaran ekspor tuna yang terbesar adalah Jepang, biasanya yang diekspor ke Jepang adalah tuna yang masih segar untuk dibuat sashimi atau sushi. Kedua terbesar adalah Amerika Serikat, tetapi sudah dalam bentuk kalengan. Di Indonesia sendiri, pasar untuk tuna hanya ada di kota-kota besar, khususnya di Jawa atau kota yang memiliki banyak restoran Jepang.

Editor

Terkini Lainnya

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

Megapolitan
Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Megapolitan
Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Nasional
Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM