Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov Kaltara Jajaki Rute Penerbangan Internasional Tarakan-Malaysia

Kompas.com, 14 Januari 2026, 10:28 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Krisiandi

Tim Redaksi

TANJUNG SELOR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjajaki pembukaan rute penerbangan internasional Tarakan–Tawau, Malaysia, bersama Maskapai Air Asia.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menyatakan bahwa langkah ini merupakan strategi memperkuat konektivitas udara sebagai penggerak ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia.

"Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas udara sebagai motor penggerak ekonomi di wilayah beranda terdepan Indonesia," ujarnya melalui rilis pers, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: BMKG Pastikan Tak Ada Gempa Susulan di Tarakan, Pasien RS Diimbau Masuk Gedung

Penjajakan awal dilakukan melalui audiensi dengan manajemen PT Indonesia AirAsia di AirAsia Redhouse, Tangerang, pada Senin (12/1/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Datu Iqro Ramadhan;

Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid; Kepala Badan Penghubung Kaltara, Teddy Kusuma, serta Perwakilan Otoritas Bandara Internasional Juwata Tarakan.

Dampak Ekonomi dan Fasilitasi

Pembahasan fokus pada ekspansi jaringan penerbangan internasional yang menghubungkan Tarakan dengan Tawau.

Zainal menekankan bahwa pembukaan rute ini bertujuan memperkuat posisi Kaltara dalam hubungan perdagangan dan pariwisata lintas batas, serta menjadikan Tarakan sebagai gerbang utama Kaltara.

Baca juga: WN Malaysia Ini Pernah Hancur Ditolak Oxford, Kini Ia Beri Pesan buat Anak Muda Indonesia

"Dengan rute internasional ini, kita membuka keran aksesibilitas yang lebih luas bagi investor dan wisatawan," katanya.

Pemerintah Provinsi Kaltara siap memfasilitasi kebutuhan operasional maskapai, termasuk memastikan dukungan dari otoritas bandara dan pemangku kepentingan terkait.

Fasilitas pendukung di Bandara Internasional Juwata Tarakan dijamin memenuhi standar internasional, serta dukungan kebijakan daerah untuk keberlanjutan rute.

Baca juga: Sindikat Penggelapan Mobil Rental di Tarakan Terbongkar, Salah Satu Pelaku ASN

"Ini adalah instrumen penting untuk memacu aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan secara signifikan,” tuturnya.

Manajemen AirAsia menyambut baik inisiatif ini dan akan segera melakukan studi kelayakan yang mencakup aspek teknis operasional serta proyeksi permintaan pasar.

"Saya yakin langkah ini akan menurunkan biaya logistik dan mobilitas manusia, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perdagangan dan jasa," tuntasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gentengisasi Prabowo, Koperasi Merah Putih di Kalteng Dimungkinkan Jadi Produsen Genteng
Gentengisasi Prabowo, Koperasi Merah Putih di Kalteng Dimungkinkan Jadi Produsen Genteng
Regional
4 Istri Korban Penipuan 'Scammer' Kamboja Melapor ke Polda Bengkulu
4 Istri Korban Penipuan "Scammer" Kamboja Melapor ke Polda Bengkulu
Regional
Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pasutri Dibekuk Polresta Mataram
Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pasutri Dibekuk Polresta Mataram
Regional
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personel Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personel Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Regional
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Regional
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Regional
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Regional
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Regional
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Regional
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Regional
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Regional
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Regional
Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun di Desa Plipir, Akses Warga yang Selama Ini Berisiko Segera Berubah
Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun di Desa Plipir, Akses Warga yang Selama Ini Berisiko Segera Berubah
Regional
Soal Siswa SD Tewas Bunuh Diri, Bupati Ngada: Perlu Kesadaran Bersama
Soal Siswa SD Tewas Bunuh Diri, Bupati Ngada: Perlu Kesadaran Bersama
Regional
Polisi Tangkap Eks Camat Pemerkosa Siswi SMK Dapat Penghargaan dari Kapolda Maluku
Polisi Tangkap Eks Camat Pemerkosa Siswi SMK Dapat Penghargaan dari Kapolda Maluku
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pemprov Kaltara Jajaki Rute Penerbangan Internasional Tarakan-Malaysia
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat