Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kontroversi Razia Rumah Makan Padang di Cirebon, Klarifikasi dan Permintaan Maaf PRMPC

Kompas.com, 31 Oktober 2024, 14:02 WIB
Maya Citra Rosa

Editor

KOMPAS.com - Baru-baru ini beredar video sejumlah orang tampak melepas label "masakan padang" yang ada di etalase rumah makan padang di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Video tersebut viral di media sosial dan menuai banyak kritik dari warga.

Diketahui aksi ini dilakukan oleh Paguyuban Rumah Masakan Padang Cirebon (PRMPC).

Mereka dinarasikan sedang merazia penjual masakan padang karena pemiliknya bukan orang dari suku Minang.

Namun hal ini dibantah PRMPC melalui Dewan Penasehat, Erlianus Tahar.

"Video itu bukan video resmi kami, hanya saja ada teman kami yang memvideokan dan diunggah di akun pribadinya. Kami juga menyesalkan di video itu ada kalimat-kalimat abal-abal, tetapi itu bukan pernyataan kami secara resmi,” ucapnya.

Perjuangkan harga jual standar

Baca juga: Viral Persekusi Rumah Makan Padang di Cirebon, Polisi dan PRMPC Berikan Klarifikasi

Menurutnya, organisasi PRMPC merazia tulisan promo atau bandrol Rp10.000 di warung masakan padang.

Hal ini yang membuat adanya aksi pencopotan tulisan "masakan padang" dan menuai penolakan dari pemilik warung.

Erlianus atau akrab disapa Yunus ini mengatakan, pihaknya merasa resah terhadap rumah makan padang yang obral dan promo tulisan serba Rp10.000.

Menurutnya, bandrol atau promo harga tersebut dapat merusak pasaran, serta merupakan persaingan yang tidak sehat.

Yunus mengatakan, PRMPC berusaha menjaga kualitas, rasa, dengan harga yang tidak tepat jika dijual Rp 10.000.

Untuk itu, mereka berkeliling ke sejumlah rumah makan padang dan menyebut memberikan edukasi.

PRMPC minta maaf

Setelah menuai kontroversi, pihaknya meminta maaf atas aksi razia yang awalnya diduga persekusi rumah makan padang.

Baca juga: PRMPC Minta Maaf, Bantah Razia Rumah Makan Padang karena Pemilik Bukan Orang Minang

"Apalagi dengan keterangan razia masakan padang bukan orang Minang. Kami tidak pernah bicara soal etnis. Jika ini disalahartikan, kami memohon maaf," kata Erlianus saat ditanya diwawancarai Kompas.com di kantornya di Kota Cirebon, Selasa (29/10/2024).

Polisi turun tangan

Polresta Cirebon akhirnya turun tangan menyelidiki dugaan razia rumah makan padang tersebut.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa tim Reskrim Polresta Cirebon telah melakukan kunjungan ke lokasi dan bertemu dengan kedua belah pihak.

"Paguyuban Rumah Masakan Padang Cirebon (PRMPC) mengaku tidak bermaksud melakukan razia, apalagi persekusi terhadap pemilik rumah makan tersebut. Mereka hanya ingin meminta penjelasan terkait harga yang dibandrol terlalu murah,” ungkap Sumarni saat ditemui di Gudang KPU, Rabu (30/10/2024) siang.

Sumarni juga menekankan pentingnya agar asosiasi atau paguyuban tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, keresahan, atau berpotensi mengintimidasi pihak tertentu.

Baca juga: Puluhan Warga Kota Cirebon Diduga Keracunan saat Sosialisasi Sanitasi
'
Ia menyarankan agar paguyuban memberikan kebebasan kepada pemilik rumah makan dalam menentukan harga jual.

“Harga tersebut sangat membantu perekonomian masyarakat kecil,” tambahnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul Geger Dugaan Persekusi Rumah Makan Padang Minta Diusut, Polresta Cirebon Turun Tangan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personil Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personil Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Regional
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Regional
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Regional
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Regional
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Regional
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Regional
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Regional
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Regional
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Regional
Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun di Desa Plipir, Akses Warga yang Selama Ini Berisiko Segera Berubah
Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun di Desa Plipir, Akses Warga yang Selama Ini Berisiko Segera Berubah
Regional
Soal Siswa SD Tewas Bunuh Diri, Bupati Ngada: Perlu Kesadaran Bersama
Soal Siswa SD Tewas Bunuh Diri, Bupati Ngada: Perlu Kesadaran Bersama
Regional
Polisi Tangkap Eks Camat Pemerkosa Siswi SMK Dapat Penghargaan dari Kapolda Maluku
Polisi Tangkap Eks Camat Pemerkosa Siswi SMK Dapat Penghargaan dari Kapolda Maluku
Regional
Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Bima Kota NTB Terancam Dinonaktifkan
Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Bima Kota NTB Terancam Dinonaktifkan
Regional
7.922 Rumah Korban Banjir Aceh Tamiang Tak Penuhi Kriteria Bantuan, BPBD: Jangan Panik, Silakan Sanggah
7.922 Rumah Korban Banjir Aceh Tamiang Tak Penuhi Kriteria Bantuan, BPBD: Jangan Panik, Silakan Sanggah
Regional
Jumlah Terbesar Kedua Secara Nasional, 8.094 Tenaga Honorer Aceh Utara Resmi Sah Jadi PPPK
Jumlah Terbesar Kedua Secara Nasional, 8.094 Tenaga Honorer Aceh Utara Resmi Sah Jadi PPPK
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kontroversi Razia Rumah Makan Padang di Cirebon, Klarifikasi dan Permintaan Maaf PRMPC
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat