Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sakau, Penumpang "Speedboat" dari Malaysia Diamankan, Ditemukan 142 Gram Sabu

Kompas.com - 18/05/2024, 07:07 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Pemuda bernama WP (25), warga Jalan Cenderawasih, RT 013, Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, diamankan Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Nunukan, di Dermaga Speedboat, Sei Pancang, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (17/5/2024).

Saat baru sampai di Dermaga Speedboat Sei Pancang, gelagat aneh terlihat pada pemuda tersebut.

Ia selalu meremas kuat jari-jari tangannya, menghirup napas dalam-dalam, dan kepalanya terus saja menoleh dan menunduk, tak bisa berhenti.

Baca juga: Sosok Freddy Budiman, Terpidana Mati Narkoba yang Terlibat Bilik Asmara dan Akui Keterlibatan Oknum Aparat

Kejanggalan perilakunya terus dipantau para prajurit dari Satgas Ops Kogappam Tri Dharma-01 Kopaska Koarmada II dan Satgasmar Pam Ambalat XXIX TA 2023 Karang Baruna 23.

"Prajurit kami mengamankan pemuda yang baru turun dari speedboat yang membawanya dari Malaysia. Ia dalam kondisi sakau, diduga akibat menggunakan narkoba," ujar Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Handoyo.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan tas ransel coklat yang dibawanya. Di dalamnya, ditemukan 3 bungkus kristal bening sabu, dengan berat sekitar 142 gram.

Baca juga: Alasan Jaksa Tuntut Teddy Minahasa Hukuman Mati


Baca juga: Asyik Konsumsi Narkoba, Honorer di Gorontalo Diciduk Polisi

Residivis kasus narkoba

Dalam kondisi sakau, pemuda tersebut dibawa ke Pos TNI AL.

Petugas sempat kesulitan mengorek informasi, karena jawabannya kurang jelas, dan sulit dipahami.

"Dan dari pendalaman yang kami lakukan, pemilik narkoba tersebut merupakan residivis kasus narkoba di Malaysia. Dia pernah dipenjara di sana," ujar Handoyo lagi.

Baca juga: Mengintip Beragam Modus Penyelundupan Narkoba yang Pernah Terbongkar...

WP yang sedikit sadar dari keadaan sakaunya, menuturkan, ia disuruh seorang bandar narkoba di Tawau, Malaysia, bernama AD, untuk membawa sabu masuk Sebatik, dengan upah 500 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 1,5 juta.

Nantinya, akan ada orang yang menjemputnya. Adapun ke mana tujuan akhir barang haram tersebut belum diketahui.

"Jaringan narkoba ini selalunya terputus. Yang bawa masuk Indonesia, orang yang berbeda. Yang memesan berbeda, begitu juga tangan yang akan mengantarnya ke pemesan," jelasnya.

"Yang jelas, ketika narkoba sudah sampai Sebatik, arah tujuannya bisa ke mana saja. Apakah akan dibawa ke Tarakan, atau ke kota lainnya. Itu yang butuh pendalaman lebih jauh," tegasnya.

Baca juga: Menilik Kasus Jaksa Pinangki yang Penuh Kontroversi...

Diamankan sabu 142 gram

Dari tangan WP, diamankan sejumlah barang bukti, masing masing, 3 bungkus plastik bening berisi 142 gram sabu.

Sebuah tas ransel warna coklat, sebuah tas selempang kecil, KTP, 1 unit ponsel Android merek Oppo dan charger.

Halaman:


Terkini Lainnya

'Crazy Rich' Grobogan Joko Suranto Daftar Bakal Cagub Jateng di PSI

"Crazy Rich" Grobogan Joko Suranto Daftar Bakal Cagub Jateng di PSI

Regional
Soal Dugaan Jual Beli Seragam di SMP Kendal, Ombudsman Jateng Buka Suara

Soal Dugaan Jual Beli Seragam di SMP Kendal, Ombudsman Jateng Buka Suara

Regional
Sakit Hati Dihina Anak Yatim Piatu, Pria di Jambi Bunuh dan Buang Jasad Temannya ke Sungai

Sakit Hati Dihina Anak Yatim Piatu, Pria di Jambi Bunuh dan Buang Jasad Temannya ke Sungai

Regional
Kepala BP2MI Pantau 3 Jalur yang Biasa Jadi Akses Calon PMI ilegal ke Malaysia

Kepala BP2MI Pantau 3 Jalur yang Biasa Jadi Akses Calon PMI ilegal ke Malaysia

Regional
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Bungo Jambi, Pelaku Pembunuhan Ditangkap

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Bungo Jambi, Pelaku Pembunuhan Ditangkap

Regional
Jadi Kurir Sabu, ASN di Riau Ditangkap dengan Selingkuhannya

Jadi Kurir Sabu, ASN di Riau Ditangkap dengan Selingkuhannya

Regional
4 Bulan Bergulir, Kematian Nasifa di Batanghari Jambi Tak Kunjung Terungkap

4 Bulan Bergulir, Kematian Nasifa di Batanghari Jambi Tak Kunjung Terungkap

Regional
825 Anak di Semarang Stunting, Wali Kota Minta Inovasi Berkelanjutan Tekan Kasus

825 Anak di Semarang Stunting, Wali Kota Minta Inovasi Berkelanjutan Tekan Kasus

Regional
Rumah Pelaku Pembunuh Wanita di Wonogiri Dibakar Warga, Penuh Coretan 'The Legend Of Biadab'

Rumah Pelaku Pembunuh Wanita di Wonogiri Dibakar Warga, Penuh Coretan "The Legend Of Biadab"

Regional
Pasutri Nelayan di Pulau Sebatik Tewas Tersetrum, Ada Luka Bakar di Tubuh Korban

Pasutri Nelayan di Pulau Sebatik Tewas Tersetrum, Ada Luka Bakar di Tubuh Korban

Regional
Balita Asal Selandia Baru Terjatuh di Kapal di Perairan Pulau Komodo

Balita Asal Selandia Baru Terjatuh di Kapal di Perairan Pulau Komodo

Regional
Perkosa Putri Kandung, Sopir Angkot di Maluku Tengah Divonis 13 Tahun Penjara

Perkosa Putri Kandung, Sopir Angkot di Maluku Tengah Divonis 13 Tahun Penjara

Regional
2.031 Peserta Lulus SNBT UTBK di Untidar Magelang, Peminat Terbanyak D3 Akuntansi

2.031 Peserta Lulus SNBT UTBK di Untidar Magelang, Peminat Terbanyak D3 Akuntansi

Regional
Gerindra, PAN, dan Golkar Bertemu Bahas Pilkada Jateng

Gerindra, PAN, dan Golkar Bertemu Bahas Pilkada Jateng

Regional
Aksesnya Sulit Buat Investor Enggan Kelola Stadion Internasional Banten

Aksesnya Sulit Buat Investor Enggan Kelola Stadion Internasional Banten

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com