Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Marbut di Mushala Agam, Zawir Ingin Selesaikan Kuliah

Kompas.com - 22/03/2024, 09:46 WIB
Rahmadhani,
Reni Susanti

Tim Redaksi

AGAM, KOMPAS.com - Zawir Huda Lubis (20) datang jauh-jauh dari Ujung Gading Pasaman Barat untuk menuntut ilmu di IAIN Bukittinggi. Bermodal nekat, ia meneguhkan niat menyelesaikan pendidikannnya meskipun minim biaya.

Nasib mujur, ia diangkat menjadi marbut di Mushalla Al Jihad, Kampung Tangah, Kabupaten Agam.

Awalnya ia hanya ikut menemani teman yang menjadi marbut di mushala ini. Namun karena sikapnya yang mudah bergaul, ia disukai jamaah dan diminta menjadi marbut, menggantikan temannya yang sudah tamat.

Baca juga: Gerakan Cinta Marbut di Masjid At-Taqwa, Jaminan Hari Tua hingga Umroh

Di kampungnya di Ujung Gading, keluarga Zawir bukanlah orang berkecukupan. Ibunya tinggal bersama lima orang saudaranya.

Hasil taninya, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sang ibu dan sauaranya, tidak ada yang bisa dijual. Sedangkan ayahnya sudah lama pergi.

"Karena itu, ibu tidak bisa mengirim uang untuk saya," ucap Zawir ketika ditemui, Kamis (21/3/2024).

Baca juga: Cerita Waskim Ingin Habiskan Sisa Hidup Jadi Marbut Masjid Raya Attaqwa Cirebon

Selain bertugas membersihkan mushala, adzan di waktu-waktu shalat, Zawir diminta jamaah mengajari mereka membaca Al Quran. Ini sesuai dengan pendidikan yang diambil Zawir, yaitu Ilmu Al Quran dan Tafsir.

"Karena baru semester dua, jadi jadwal kuliah saya kadang padat. Kadang sampai di sini sudah merasa lelah. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan menjadi amal ibadah," ucap Zawir.

Meskipun gaji yang diterimanya dibawah UMR, Zawir berharap bisa terus mendampingi jamaah mushala ini dan bisa menyelesaikan pendidikannya.

Di mushala inilah, Zawir mendapatkan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mendapatkan gaji Rp 1 juta sebulan. Ia juga mendapatkan tempat tinggal dan dipinjamkan sepeda motor untuk transportasi sehari-hari.

"Ia sangat rajin. Selain jadi marbut, ia juga mengajari kami membaca Al Quran di sini," ungkap Ketua Dewan Mushalla, Syawal.

Selain gaji yang diterima dari pengurus mushala, Zawir menerima insentif yang diberikan pemerintah desa senilai Rp 150.000 sebulan.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com